What Happened in Boracay, Stayed in Boracay

Boracay Island, Philippines
Boracay Island, Philippines

Actually nothing happened in Boracay! Hahaha… Nothing wild happened! But if you got stoked of the image above? Thanks! Perjuangannya juga gila sampai akhirnya saya bisa memandang keindahan itu.

Saya berangkat dari Terminal 4 NAIA jam 14.20 waktu Manila. Pesawat yang saya pakai adalah Zest Air, airlines lokal dengan tiket seharga 10.885 PHP atau Rp 2.830.100. Seorang menghabiskan 3.628 PHP atau Rp 943.366 untuk penerbangan Manila – Kalibo – Manila. Boracay punya dua airport internasional, Kalibo dan Caticlan. Kalau pakai Zest Air hanya ada tujuan ke Kalibo, kalau tujuan ke Caticlan bisa pakai Philippines Airlines atau Seair. Perbangan hanya ditempuh maksimal 60 menit.

TIPS: Selalu update jadwal penerbangan kalau pakai Zest Air karena ada kemungkinan besar delay! Dan jangan lupa web check-in aja biar ngga ribet pas di airport…

Manila Domestic Passenger Terminal
Manila Domestic Passenger Terminal

Proses check-in harusnya bisa dilakukan online, tapi entahlah… Beberapa hari sebelum berangkat ke Manila, website Zest Air ngga bisa diakses. Jadi check-in harus dilakukan di counter dan delay. Manila Domestic Passenger Terminal ini ngga terlalu luas dan lumayan crowded. Sorry to say, lebih mirip terminal bis. Food court-nya bersatu dengan ruang tunggu dan pilihan makanannya juga sangat terbatas. Lumayan sih ada hotdog seharga 80 PHP (Rp 20.800) buat ‘ganjel’ perut…

Anti dan Ruth di check-in counter Zest Air
Anti dan Ruth di check-in counter Zest Air
Super Late Lunch! Hotdog 80 PHP
Super Late Lunch! Hotdog 80 PHP
Ruang Tunggu Manila Domestic Terminal NAIA
Ruang Tunggu Manila Domestic Terminal NAIA
Ternyata orang Filipina masih menggunakan telepon umum untuk berkomunikasi...
Ternyata orang Filipina masih menggunakan telepon umum untuk berkomunikasi…
Zest Air, sesaat sebelum berangkat ke Boracay Island
Zest Air, sesaat sebelum berangkat ke Boracay Island

Walaupun sempat terhambat delay satu jam, tapi penerbangan menuju Boracay Island siang itu cuma ditempuh selama 45 menit. Mendarat hampir jam 5 sore di Kalibo International Airport dengan cuaca mendung dan gerimis! Kalibo International Airport ini adalah airport yang kecil dan kumuh untuk ukuran ‘internasional’. Begitu masuk ke arrival gate, langsung disambut oleh kerumunan orang yang heboh berkumpul di baggage claim.  Belum lagi pedagang dan sopir taksi yang berjejer di pintu keluar. Ngga lama setelah itu, saya langsung menuju bis bermuatan 65 orang yang akan berangkat ke pelabuhan Caticlan, perjalanan ditempuh selama 1 jam 45 menit kemudian disambung pakai kapal kecil selama 15 menit menuju Boracay Island.

Arrival Gate Kalibo International Airport, Filipina
Arrival Gate Kalibo International Airport, Filipina

Sepanjang perjalanan Kalibo – Caticlan, saya disuguhi pemandangan khas kota kecil dengan sawah, perbukitan, deretan kios, perumahan warga, sekolah, dan beberapa rumah sakit swasta. Jalanan yang dilalui juga kecil dan semakin lama semakin mengecil, mirip suasana perjalanan ke Sumedang melewati Cadas Pangeran dengan belokan-belokan yang curam dan saat melewti hutan-hutan, sinyal pasti hilang. Mendekati jam 6 sore, hujan deras mulai turun. Saya sampai di pelabuhan Caticlan sekitar jam 7 malem. Sebelum naik kapal ke Boracay Island, harus bayar 180 PHP untuk Environmental Fee dan Jetty Port Terminal Fee.

IMG_5277
Bis AC dari Kalibo ke Caticlan
Anti, Ruth, dan saya di bis menuju Catican. Sengaja duduk di beakang biar luas taunya AC-nya dingin gila!
Anti, Ruth, dan saya di bis menuju Catican. Sengaja duduk di belakang biar luas taunya AC-nya dingin gila!
Suasana di pelabuhan Caticlan. Penumpang lagi antri registrasi. Sebelah kanan adalah arah ke dermaga menuju Boracay.
Suasana di pelabuhan Caticlan. Penumpang lagi antri registrasi. Sebelah kanan adalah arah ke dermaga menuju Boracay.
Ini adalah kapal yang dari Caticlan ke Boracay Island. Nyebrang kaut malem-malam 'mayan sih...
Ini adalah kapal dari pelabuhan Caticlan ke Boracay Island. Nyebrang laut malem-malam ‘mayan sih…

Drama dimulai justru saat saya udah sampe di Boracay Island. Turun dari kapal disambut hujan sangat deras! Saya, Ruth, dan Anti langsung menuju jip yang membawa kami langsung ke hotel di sekitar pantai. Kok rasanya sebeeeeeel banget, mau main di pantai malah hujan deras! Ditambah, kami ada rencana buat hopping island besok harinya. Lah kalau hujan ya komedi namanya… Perjalanan menuju hotel ditempuh selama 15 menit. Jalannya lumayan rame dan… Banjir! Parahnya, dari pinggir jalan ke hotel harus jalan kaki melewati deretan kios-kios pasar dan jalan yang kecil.

Saya sampai di Boracay Courtyard Hotel dalam keadaan basah kuyup, juga dengan tas dan sepatu yang terendam air. Boracay Courtyard Hotel adalah satu-satunya hotel untuk travelers dengan budget yang pas-pasan. Harga kamarnya 560 PHP atau Rp 145.000 untuk 3 hari 2 malam. Keterangan dari petugasnya adalah ‘non beach-front hotel’ katanya… Padahal lokasinya deket banget dari pantai! Keluar dari hotel, jalan ke arah kanan dan sampai deh di Boracay beach. Hotel ini lokasinya di tengah-tengah pasar-kering namanya D’Talipapa. Di pasar ini bisa jalan-jalan dan belanja barang-barang khas Boracay. Saya sempet beli kaos untuk anak kecil seharga 150 PHP atau Rp 39.000 untuk 3 kaos. Harga barang-barang di D’Talipapa ini terjangkau dan bisa ditawar. Pinter-pinter aja lah… Mau cari makanan juga gampang karena ada banyak restoran di sekitarnya.

Harga yang saya bayar untuk nginep di Boracay Courtyard Hotel ini sebetulnya terlalu mahal karena technically saya cuma nginep 2 hari 1 malam. Berhubung saya booking lewat travel agent, jadi uang yang saya bayarkan ngga bisa di-refund. Tentang travel agent yang mengurus keberangkatan saya ke Boracay saya ceritain terpisah ya…

TIPS: Siapkan uang tunai 1.500 PHP untuk deposit saat check-in di Boracay Courtyard Hotel, nanti uangnya diambil lagi saat check-out. Namanya juga budget hotel, jadi jangan harapkan fasilitas yang istimewa. Tapi pegawai-nya ramah dan sangat membantu apapun kebutuhan tamu hotel. Kalau mau berenang, bisa di La Carmela de Boracay – salah satu hotel di depan pantai – karena pemilik hotelnya sama. Pun dengan breakfast, semuanya dilakukan di La Carmela de Boracay.

Deretan kios di D'Talipapa yang saya lewati menuju Boracay Courtyard Hotel. Hujan deras!
Deretan kios di D’Talipapa yang saya lewati menuju Boracay Courtyard Hotel. Hujan deras!
Sepatu yang basah kuyup dan lobby hotel yang kotor karena hujan deras. Plus banjir!
Sepatu saya yang basah kuyup dan lobby hotel yang kotor karena hujan deras. Plus banjir!
Suasana di sekitar Boracay Courtyard Hotel dan jalan menuju pantai. Kalau ngga hujan pasti rame...
Suasana di sekitar Boracay Courtyard Hotel dan jalan menuju pantai. Kalau ngga hujan pasti rame…
Salah satu kios jajanan khas Korea tepat di depan Boracay Courtyard Hotel
Salah satu kios jajanan khas Korea tepat di depan Boracay Courtyard Hotel

Dengan waktu yang mepet, saya harus banget sempet-sempetin untuk main di pantai. Hopping island adalah jawabannya! Besok harinya jam 9 pagi saya udah siap-siap untuk jalan-jalan pulau. Biaya untuk hopping island di Boracay adalah 630 PHP atau Rp 163.000 per orang menggunakan jasa Allan Fun Tours. Biaya segitu udah all-in, termasuk makan siang dan free flow minuman. Kapal yang dinaiki juga ngga terlalu besar, kapasitasnya hanya untuk 20 orang. Rute-nya mengelilingi pulau-pulau yang ada di sekitar Boracay, snorkeling, dan berjemur di pantai.

TIPS: Kalau mau hopping island, usahakan booking tempat semalam sebelumnya. Booking bisa lewat telepon, minta tolong ke petugas di hotel, atau dateng sendiri di pos travel agent-nya. Travel agent buat hopping island bisa dicari di sepanjang pantai. Banyak. Bawa barang secukupnya: Handuk, sunglasses, sun block, sweat t-shirt. Ngga usah bawa peralatan mandi karena ngga ada tempatnya juga… Pakai sendal jepit. Kalau yang rambutnya panjang, iket biar ngga ribet. Bawa plastik siapa tau ada barang yang basah jadi ngga kecampur di tas. Jangan lupa sarapan dulu dan bawa air mineral. Bawa kain buat alas rebahan di pantai.

Pemandangan pantai pagi-pagi di Boracay
Pemandangan pantai pagi-pagi di Boracay
Salah satu hotel beach-front yang bisa ditemui di sepanjang jalan dekat pantai
Salah satu beach-front hotel yang bisa ditemui di sepanjang jalan dekat pantai
Ruth, Anti, dan saya sebelum hopping island
Ruth, Anti, dan saya sebelum hopping island
Kapal-kapa yang biasa dipakai buat hopping island di Boracay
Kapal-kapal yang biasa dipakai buat hopping island di Boracay
Jalanan di sekitar pantai yang penuh dengan pejalan kaki dan pedagang makanan sampai money changer
Jalanan di sekitar pantai yang penuh dengan pejalan kaki dan pedagang makanan sampai money changer
Tiap hari ada orang-orang lokal yang membuat istana pasir dengan tulisan 'BORACAY'. Kalau malem lebih bagus karena diterangi lilin.
Tiap hari ada orang-orang lokal yang membuat istana pasir dengan tulisan ‘BORACAY’. Kalau malem lebih bagus karena diterangi lilin.
Breakfast di La Carmela de Boracay beach-front hotel. Butter-nya enak!
Breakfast di La Carmela de Boracay beach-front hotel. Butter-nya enak!

Waktunya hopping island! Setelah proses pembayaran dan registrasi selesai, setiap penumpang wajib mengenakan life-vest dan naik ke kapal yang berangkat sekira jam 9.30 pagi. Tempat pertama yang disinggahi adalah Crocodile Island. Di sini kami boleh snorkeling selama 30 menit dengan membayar biaya tambahan 20 PHP atau Rp 5.200 untuk sewa peralatannya. Saya sebenernya kan ngga bisa berenang yah… Tapi nekat aja mau snorkeling. Baju renang sih udah keren, Speedo! Tapi pas begitu nyebur ke laut, saya ngga berani ke tengah! Cuma pegangan ke sisi kapal dan ngga berani nyelam. Saya baru berani berenang-cantik ke tengah dan nyelam-nyelam setelah dipegangin sama Ruth! Hahahaha… Pemandangan bawah laut-nya super cantik, walaupun lumayan dalem. Bahkan saya sempet dikasih bintang laut. Ikannya banyak dan warna-warni. Ada Clown Fish sih yang saya inget… Iya, sayangnya saya ngga punya waterproof case buat iPhone, jadinya ngga bisa foto-foto.

Saya, Ruth, dan Anti di kapal sebelum terjun snorkeling di Crocodile Island, Boracay
Saya, Ruth, dan Anti di kapal sebelum terjun snorkeling di Crocodile Island, Boracay

Next stop: Crystal Cove Island! Setelah beres 30 menit snorkeling di Crocodile Island, pulau berikutnya adalah Crystal Cove Island yang pantainya biru dan pasirnya sangat bersih! Salah satu pulau paling bagus di Boracay… Di pulau ini bisa tur cove adventure dengan biaya tambahan 200 PHP atau Rp 52.000 selama 30 menit. Tapi saat itu saya, Ruth, dan Anti memutuskan untuk main di pantai aja biar gratisan. Ngga rugi kok walaupun cuma berjemur dan main air di pantai karena bersih dan sepi… Barang-barang bisa disimpen di pasir karena jaraknya ngga jauh.

Ruth dan Anti di Crystal Cove Island, Boracay. What do you think about the beach?
Ruth dan Anti di Crystal Cove Island, Boracay. What do you think about the beach?
Pemandangan di Crystal Cove Island, Boracay. Kalau ngga ingin ikutan cove adventure, main-main aja di pantainya...
Pemandangan di Crystal Cove Island, Boracay. Kalau ngga ingin ikutan cove adventure, main-main aja di pantainya…
Kalau mau cove adventure di Crystal Cove Island, ini pintu masuknya...
Kalau mau cove adventure di Crystal Cove Island, ini pintu masuknya…
Di Crystal Cove Island saya ketemu sama seorang perempuan yang baru pertama kali ngajakin bayi-nya main di pantai.
Di Crystal Cove Island saya ketemu sama seorang perempuan yang baru pertama kali ngajakin bayi-nya main di pantai.
Sempat panik saat cuaca mendung. Eh, tapinya malah cerah dan panas seharian...
Sempat panik saat cuaca mendung. Eh, tapinya malah cerah dan panas seharian…

Dari tadi foto-fotonya Ruth dan Anti terus ya? Iya soalnya saya malu kalau foto pake baju renang… Gendut. Halah! Anyway, setelah cape main di Crystal Cove Island, waktunya makan siang. Menu-nya lengkap: Daging, sayur, nasi putih, sea food, buah-buahan, dan free flow soft drink atau bir. Kenyang buat melanjutkan ke pulau berikutnya… Pika Island!

Menu makan siang saat hopping island di Boracay
Menu makan siang saat hopping island di Boracay
Pilih minumnnya: Mineral water, soft drinks, atau bir. Red Horse ini adalah bir lokal produksiannya San Miguel.
Pilih minumnnya: Mineral water, soft drinks, atau bir. Red Horse ini adalah bir lokal produksiannya San Miguel.

Beres makan siang, pulau berikutnya yang dikunjungi adalah Pika Island. Pemandangan yang terlihat dari kapal selama hopping island adalah lautan yang biru dan pulau-pulau kecil yang beberapa diantaranya dijual untuk umum. Ada juga private beach dengan bangunan cottage mewah yang harganya tak terhingga kayaknya sih… Pika Island ngga terlalu beda dengan Crystal Cove Island, hanya aja kegiatan yang bisa dilakukan di Pika Island cuma berenang dan berjemur di pantai.

Pika Island di Boracay
Pika Island di Boracay
Berenang dan berjemur adalah kegiatan yang paling mungkin dilakukan di Pika Island, Boracay
Berenang dan berjemur adalah kegiatan yang paling mungkin dilakukan di Pika Island, Boracay
Crystal water of Pika Island, Boracay. Iya tau, iya itu di belakang ada bule lagi made out :'|
Crystal water of Pika Island, Boracay. Iya tau, iya itu di belakang ada bule lagi made out :’|

Pulau terakhir yang dikunjungi adalah Coral Garden. Udah lewat tengah hari tapi cuaca masih cerah aja… Di Coral Garden dikasih waktu 15 menit buat snorkeling. Saya sempet nyemplung ke laut tapi ngga lama karena saat itu airnya terlalu gelap jadi ngga terlihat jelas. Padahal Coral Garden ini adalah lokasi untuk perlindungan coral dan reef jadi pemandangan di bawah sana juga indah. Coral Reef sering dijadikan tempat buat diver pemula karena airnya yang tenang. Setelah puas snorkeling di Coral Garden, kami balik lagi ke Boracay Beach mengejar sunset yang sayangnya ngga dapet karena ketutupan awan.

Salah satu spot private beach yang sering ditemui selama hopping island
Salah satu spot private beach yang sering ditemui selama hopping island
Beach-front hotel bintang 5 yang berada di wilayah Boracay Island. Asli itu posisinya di tengah laut ngga bisa kemana-mana hahaha!
Beach-front hotel bintang 5 yang berada di wilayah Boracay Island. Asli itu posisinya di tengah laut ngga bisa kemana-mana hahaha!

Balik lagi ke Boracay Beach, saya ngga bisa merasakan sunset karena cuaca yang mendung. Akhirnya saya, Ruth, dan Anti langsung bersih-bersih di hotel dan siap-siap buat makan malam: Pizza di Red Coconut Beach dan mix-grilled di Villa de Oro. Kedua makanan adalah complimentary dari travel agent yang saya pakai untuk traveling ke Boracay.

No sunset in Boracay was devastating! Truly!
No sunset in Boracay was devastating! Truly!
Jalan-jalan sore di sekitar Boracay Beach
Jalan-jalan sore di sekitar Boracay Beach
Boracay Beach jam 5 sore.
Boracay Beach jam 5 sore.

Ini adalah malam pertama sekaligus malam terakhir saya di Boracay. Setelah puas main di pantai, waktunya jalan-jalan di pasar dan di sekitar D’Talipapa. Harga barang-barang dan makanan di Boracay ngga terlalu mahal. Kalau mau belanja, usahakan belanja di pasar aja supaya harganya bisa ditawar. Kalau mau makan, cari kawasan D’Mall dimana disitu ada banyak pilihan restoran dari mulai harga yang murah sampai yang mahal. Khusus buat wisatawan dari Indonesia, silakan tuker dulu semua uang Rupiah yang dibutuhkan sebelum berangkat ke Filipina karena mata uang Rupiah ngga laku! Ngga ada money changer yang menyediakan Rupiah, bahkan di Manila pun!

Sorry! They didn't have Rupiahs...
Sorry! They didn’t have Rupiahs…
Salah satu tempat belanja di kawasan D'Mall, Boracay Island
Salah satu tempat belanja di kawasan D’Mall, Boracay Island
Medium pizza di Red Coconut Beach.
Medium pizza di Red Coconut Beach.
Wet Market D'Talipapa tempat belanja sea food. Siapa tau mau bakar-bakaran di pinggir pantai...
Wet Market D’Talipapa tempat belanja sea food. Siapa tau mau bakar-bakaran di pinggir pantai…
Restoran sea food paling rame dan chaos di D'Talipapa, Boracay Island
Restoran sea food paling rame dan chaos di D’Talipapa, Boracay Island
Villa de Oro, tempat kami makan mix-grilled sea food di pinggir pantai
Villa de Oro, tempat kami makan mix-grilled sea food di pinggir pantai
Pemandangan Boracay Beach malem-malem dan masih banyak aja yang berenang walaupun udah lewat jam 9!
Pemandangan di pinggir Boracay Beach malem-malem dan masih banyak aja yang berenang walaupun udah lewat jam 9 malem!
Here it goes! Dada ayam dan saus kecap... Enak! Kenyang!
Here it goes! Dada ayam dan saus kecap… Enak! Kenyang!

Setelah makan malam, kami memutuskan untuk langsung pulang ke hotel karena harus kembali lagi ke Manila jam 9 pagi. Kami dijemput airport-transfer jam 5 pagi dan udah sampai di Kalibo International Airport bahkan sebelum check-in counter buka! Been a very beautiful trip in Boracay… Walaupun waktunya sangat singkat dan ngga kebagian sunset.

TIPS: Kalau main ke Boracay minimal harus punya waktu 4 hari 3 malam. Its night-life was awesome!

Naik kapal menuju pelabuhan Caticlan sebelum sunrise
Naik kapal menuju pelabuhan Caticlan sebelum sunrise
Suasana pagi hari di Kalibo International Airport saat nunggu check-in counter buka
Suasana pagi hari di Kalibo International Airport saat nunggu check-in counter buka

TIPS: Usahakan datang lebih pagi ke airport mengingat harus melewati perjalanan jauh Caticlan – Kalibo hampir 2 jam pakai bis. Kita ngga pernah tau di jalan akan mengalami apa… Kalau kena macet dan tertinggal pesawat, bisa bahaya!

Setelah proses check-in udah beres, ternyata oh ternyata pesawat Zest Air-nya delay.

Kalibo International Airport yang super sibuk!
Kalibo International Airport yang super sibuk beberapa jam sebelum boarding ke Manila

See you in Manila! ***

Advertisements

21 thoughts on “What Happened in Boracay, Stayed in Boracay

  1. Hi Sheisa,

    Aku rencana ke Boracay tahun depan…denger2 kata temen2 Filipino ku di Jakarta, the best time to visit Boracay is between March-May, karena udah gak terlalu high season tapi musimnya masih dry season. Kalau aku lihat, kamu posting blog ini bulan Mei 2013, berarti kamu perginya gak jauh dari di tanggal kamu posting blog dong ya? Kok cuaca sering mendung dan hujan ya? hehehe… Ohiya, aku rencana pakai Tiger via SIngapore, biar lumayan pas transit bisa belanja di Changi dan kalau delay2 dikit gakpapa, kamu pakai Zest dari Manila ya? Ke Manila dari Jakarta naik apa?

    1. Hey, Intan! :)

      Great plan you have! Iya bener banget ke Boracay enaknya pas Maret – Mei karena hitungannya musim panas. Best time! Kemarin saya berangkat 13 Mei – 17 Mei. Seharusnya sih saya ngerasain summer tanpa gangguan hujan, tapi ternyata ngga. Saat itu cuaca di Filipina lagi mendung dan hujan deras selama beberapa hari, termasuk di Manila dan Boracay. Tahun ini cuaca (ngga cuma di Filipina sih haha!) susah banget diprediksi. Agak apes juga karena ngga ngerasain sunset di White Beach Boracay… Mudah-mudahan tahun depan pas kamu berangkat sih bener-bener ngerasain summer ya :’)

      Kemarin Jakarta – Manila – Jakarta saya pake Cebu Air Pacific. Ngga pake transit, 5 jam penerbangan. Cuma Cebu Air Pacific nih tax-nya edaaaaan mahal! Haha! Sebetulnya pake Cebu Air Pacific bisa langsung ke Caticlan (Bocaray) kalau kamu ngga berniat untuk main ke Manila. Dari Manila – Boracay – Manila saya pake Zest Air karena terhitung murah dibanding AirPhil, dll. Tapi kalo pake Zest Air, mendaratnya di airport Kalibo, yang adalah untuk menuju pelabuhan Caticlan sebelum ke Boracay, harus naik bis selama 2.5 jam. Kalau pake airlines dari Manila yang mendaratnya di airport Caticlan, ke pelabuhan deket. Dari pelabuhan, nyebrang 15 menit pake kapal kecil menuju Boracay Island. Aaaaah, seru deh pokoknya! :’)

      Seru juga sih pake Tiger Airways bisa jalan-jalan dulu di Singapura hahaha! Yaaaah gimana aja caranya biar dapet double-shot liburan yak hehehe :’D

      1. iya…rencananya gitu, pake tiger airways karena aku gak terlalu niat ke Manila. Ada saran gak nginep di mananya? aku cuma mau pergi berdua backpacking sama temenku…dan kita memang niat budget traveling nih…mau cari penginapan yang kisarannya 20-30 USD per malam, tapi lokasinya yang deket ke pantai. menurutmu bagusan mana, section 1, section 2 atau section 3? Thanks for sharing ya Sheisa.

      2. Perjalanan aku dari Manila ke Boracay kemarin pakai jasa travel agent, namanya Travel Online Philippines. Recommended banget karena mereka ngasih kemudahan buat booking hotel, booking bis dari Kalibo ke Caticlan, booking tiket kapal laut, dan booking shuttle dari Caticlan ke hotel. Mereka juga ngasih compliment berupa voucher makan pizza dan grill gourmet gitu… Enak dan kenyang! Lumayan, uang buat makan yang udah saya siapin bisa dipake buat beli oleh-oleh. Kemudian saya juga dapet diskon 10% – 20% buat water activity, cuma tinggal nunjukkin semacam voucher gitu. Semua urusan dengan Travel Online Philippines dilakukan lewat email. Hampir tiap hari saya bales-balesan email sama petugasnya. Alhamdulillah semuanya berjalan sesuai rencana.

        Tentang Travel Online Philippines selengkapnya bisa dibaca disini: https://www.facebook.com/TravelOnline.ph dan http://www.travelonline.ph. Travel agent ini cuma ngurusin tiket pesawat, hotel, tiket bis, dan tiket shuttle. Kalau kegiatan di Boracay mereka ngga provide, jadi ya terserah kita aja. Kalau saya lebih milih yang begini, jadi ngga terpaku sama rundown dan lebih bebas buat jalan-jalan.

        Di Boracay saya nginep di Boracay Courtyard, satu-satunya non-beachfront hotel berdasarkan Travel Online Philippines. Harga kamar semalem Rp 660.000 untuk bertiga (2.000 PHP rate Rp 330). Walaupun non-beachfront, tapi kalau mau ke pantai deket banget, tinggal jalan kaki keluar dari gang diantara kios-kios yang jualan makanan dan oleh-oleh. Hotel dan kamarnya bersih, aman, dan petugasnya juga helpful, cepet tanggep lah kalau butuh sesuatu kayak pas mau jemur baju-baju yang basah abis hopping island hehehe… Oiya! Harga Rp 660.000 udah termasuk breakfast di La Carmela Hotel (se-grup sama Boracay Courtyard) lokasi hotelnya tepat di pinggir pantai. Jadi pas breakfast saya udah langsung siap buat hopping island, ngga balik lagi ke hotel.

        Di sepanjang White Beach juga banyak ko hotel beachfront. Ratenya sesuai dengan budget 20-30 USD mah, jadi enak tuh pas pagi-pagi bisa langsung liat pantai dari kamar. Section manapun di White Beach mah tetep bagus… Kemarin saya di Section 2. Mau main kemanapun gampang tinggal jalan kaki aja (karena emang cuma bisa jalan kaki atau naik sepeda sih hehehe!) di sepanjang pantai. Mau cari makan, duduk-duduk di bar juga seru, jalan-jalan cantik juga ngga susah. Dan pantainya buka sepanjang malem, jadi jangan heran kalau jam 11 malem masih ada aja yang bikini-an main air pinggir pantai.

        Duh ini kepanjangan yak? Hahaha! Maap, maap!

  2. Hei Sheisa, You’re Welcome :D

    Aku rencana ke Boracay awal Mei, nungguin skripsi kelar hehe
    Wih murah juga tuh kalo untuk ukuran tempat wisata. Soalnya di Bali, apalagi Kuta, susah juga nemu makanana modal 20rb hehe

    btw itu bir apa es teh kok murah? :D thank you infonya terkait bisnya. aku rencana jalan sendiri ke boracay, temen2ku pada ga tertarik ke PH soalnya hehehe

    1. Haaaaaaaa! Iya, iya bener beresin skripsi terus cabs! :’)))) Iya ah bener ko itu bir… Apa es teh ya? Ngga, ngga beneran bir asli. Belinya di warung-warung gitu maksutnya haha karena ngebir-nya di pinggir pantai. Tsaaaah…

      Iya sendiri juga seru ko. Nanti kan bisa nyari temen di hostel hehehe… Keep in touch ya Andre! Take care! :’)

  3. Hai Sheisa

    blog kamu informatif. thanks!
    btw aku mau nanya. beberapa blog yang pernah kubaca bilang kalo Boracay itu overprice. kalo menurut pengalamanmu kek mana kemarin? terutama urusan makanan sama bir sih hehehe

    trus night lifenya gimana dibandingin bali?

    aku rencana mau kesana naik tigerair philippines, dari jogja ke kalibo transit di singapura sekal. thank you ya!

    1. Hey, Andre! :)

      Terima kasih udah baca tulisan saya. Kapan mau ke Boracay? Ikut lah! :'(((((

      Iya, Boracay itu memang lumayan mahal karena jauh dari mana-mana. Tapi kalau makanan, menurut saya sih ngga terlalu mahal. Nasi + ayam + minum 90 Peso. Berhubung saya sangat suka makan, jadi saya selalu duluin urusan makanan daripada oleh-oleh. Haha! Plus, saya doyan jajan. Jadi happy banget pas nemu banyak jajanan lucu-lucu di pinggir pantai :’D Hehehe… Bir-nya San Miguel yak! Harganya 15 Peso lah. Dan jangan lupa coba San Miguel Red Horse :p

      Nightlife-nya di Boracay hampir mirip dengan di Bali tapi lebih bebas. Dalam artian, kalau di Bali kan masih dibatasi sama norma agama, dll. Kalau di Boracay ngga terlalu seperti itu. Wild and free! Haha!

      Kamu nanti pas dari Kalibo ke Boracay Island-nya harus pakai bis, bisa booking dari sekarang. Coba browsing http://www.southwesttoursboracay.com atau nanti pas begitu sampe di Kalibo, banyak ko booth travel agent yang nyediain bis AC dari Kalibo ke Boracay, udah termasuk biaya nyebrang laut pake kapal.

      Hope it helps :) Have fun!

  4. halo mbak sheisa, akhirnya aku balik lagi tanya2 ke blogmu hehe! jasa southwest itu diantar sampai depan hotel apa cuma di pelabuhannya ya?

    about manila, aman ga taxinya? pernah kena tipu argo?

    1. Hello, Andre! Apa kabar? Waktu ke Phi Phi, saya ngga pake shuttle Southwest. Waktu itu saya pakenya Island Star, yang udah sepaket dibooking sama hotel, lewat travel agent namanya Travelonline. Shuttle Island Star ini ngejemput saya di Kalibo Airport, nganterin ke pelabuhan, sampe ke depan hotel. Dan pas baliknya juga gitu. Dijemput di hotel sesuai dengan jadwal penerbangan saya balik lagi ke Manila. Dan kemungkinan Southwest pun begitu. Itu aja info yang saya tau :)

      1. halo! kabar baik! Operator prefer pake smart/globe? Saya 8 hari mbak di PH, internet kudu jalan terooos dong hehehehe. Jadinya saya ke Manila, Cebu, Iloilo, Kalibo, dan Boracay. 3jt cukup tidak, mbak, kira2? Anw, kalo boleh tau kmaren ke Ph habis berapa mbak akomodasinya (Hotel, jajan, oleh2)? Thank yooou :)

      2. Pake Globe aja. Sinyal-nya oke. Sampe di tengah laut pun masih bisa nerima email dan telpon. Saya juga kemarin sambil kerja soalnya hahaha! Pas keluar di NAIA, nanti langsung ada ko booth-nya. Pilihan paket internetnya juga murah dan banyak. Wiiiiiii nice itinerary-nya! Bawa 3 juta cukup ko kalau ngga akan belanja dan stay di hostel. Bawa US Dollar aja buat simpenan karena Rupiah susyeeee… Kemarin saya abis 4.500.000 agak mahal ongkos pesawat pas ke Boracay soalnya ngok! Hehe!

    2. Oiyaaaaa! Soal taksi di Manila, tricky sih… Argo aman-aman aja ko, paling suka ditanyain ‘Mau masuk EDSA (tol) ngga?’ Kalo masuk tol, nanti kita siapin uang buat bayar tol-nya. Saya kemarin alhamdulillah ngga kena tipu argo, tapiiiiii sempet ngalamin sopirnya ngga tau jalan. Jadi saya dan temen-temen udah naik di taksi, karena sopirnya ngga tau tempat tujuan kami (padahal mall terkenal dan kami mau bantu pake google map) akhirnya kami bertiga diturunin lagi di tengah jalan detik itu juga :( Kesel sih.. Tapi lucu. Kami ngga bayar karena emang taksinya belom jalan juga haha!

  5. oh Rp 4.500.000 itu all in sudah termasuk pesawat dan hostel ya? aku untungnya dapet tiket pas transisi zest air jadi airasia zest, jadi KUL-MNL-KUL cm 400ribuan hehehe
    berarti mending nuker peso di filipina aja kan mbak daripada di indonesia?

    1. Iya, segitu udah termasuk pesawat dan hostel. Wiiiiiii enak banget dapet murah… Good! Emmm, kalau saya sih nuker Rupiah ke Peso semua di Indonesia. Rate-nya fair lah, karena ternyata Rupiah ngga populer di Filipina, jadi harganya ngga oke dan bahkan kadang suka ngga mau. Kecuali nanti nukernya USD ke Peso.

  6. Mbak Sheisa, waduh .. ceritanya buat hati bergetar nih, dengan kalimat2nya yang buat aku gak sabar tunggu amp bulan Maret 2015. AKU KESANAAAAAA…. jadinya exciting bangets bacanya.. sebenarnya saya sudah banyak baca refrensi blogger yang sudah pernah kesana sebelum issued tiket jkt mnl jkt, even ke boracay saya belum. Apalagi setelah issued, lebih getol lagi blogwaking kemana-mana. Biasa, ingin mendapatkan rekemondasi sesuai keinginan. hehee.. Tapi blog ini berhasil membuat saya baca sampai kalimat terakhir termasuk tik tok comment dari teman- teman dari awal sampai akhir.

    Ya gitu deh, kesananya juga budget travelling juga. cuma memang kemaren dapat tiket k manila pp 1,6 juta, muahala amat ya taxnya cebu ini. gak tanggung, padahal harga tiket cuma 1 usd. Fiuhhh, benar-benar bikin gak bisa telan ludah saja.

    Sekarang masih nyari refrensi lagi buat susun itenanary-nya, masih bimbang soal hotel dan sebagainya di Boracay, kalo how to kesananya sih uda mulai ngeh deh…

    Ya moga-moga, kita bisa berteman lah, artian, tambah satu teman buat refrensi tempat2 wisata.

    Ini mah bukan komen ya, uda semi curcol,wakakaka, saya sudah tambahkan alamat blog mbak ini, kedalam blog favorit – blogger hebat aku. Semoga kita bisa berteman ya,

    salam kenal dari sini…

    @ranselahok

    husinpeng.blogspot.com

    1. Hahahahaha! Ya ampuuuuuun saya happy deh masih ada yang baca cerita saya waktu di Manila padahal udah lewat setahun…

      Seneng bangeeeeet bisa ke Filipina! Saya juga kalau ada rejeki, lain kali ingin balik lagi kesana. Meskipun mirip-mirip Jakarta, tapi menyenangkan.

      Nanti cerita-cerita yah kalau udah di sana. Have fun!

  7. Wah mba sheisa, blogmu sungguh amat keren. Aku mau ke boracay bln maret ini, tp baru sekarang nyari2 infonya. Haha. Sangat2 informatif mba, makasi bgt ya. Sebenernya kesini krn tripadvisor bilang boracay pantai tercantik gitu. Penasaran kaya apa..aku kesana tgl 8-11 mrt. Selain island hopping, aku kan ada sehari lg mba. Enaknya ngapain aj disana? Makasi sebelumnya mba sheisa yg zuperr :)

    1. Hai, Mbak Maria! Apa kabar? Wah terima kasih udah sempetin baca-baca tulisan saya tentang Boracay, memang beneran cantik pulau itu, pantainya bersih. Terakhir kesana 2013, jadi ingin kesana lagi. Selain water activities, nanti jangan lupa cobain juga kulinernya, semacam jajan street food gitu. Atau kalau suka clubbing, boleh lah dicoba main ke night club-nya. Kalau saran saya sih mendingan kuliner aja, biar kenyang dan berkesan. Happy holiday yaaa! Ditunggu cerita dan foto-fotonya! :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s