Visa Status: Approved

Masih dua bulan sebelum saya berangkat ke Amsterdam, persiapan udah 90% alhamdulillah. Semalam saya baru pulang dari Jakarta, baru menyelesaikan administrasi visa Schengen, satu-satunya hal yang paling saya khawatirkan. Tapi ternyata setelah prosesnya dijalani sesuai prosedur, hasilnya aman-aman aja. Ngga ada penolakan, ngga ada dokumen yang kurang, dan semuanya saya urus sendiri.

Jenis visa Schengen punya saya adalah Visa Kunjungan Singkat – Study dengan negara tujuan Belanda. Kedutaan Besar Kerajaan Belanda termasuk kedutaan yang paling mudah dalam mengeluarkan visa Schengen, jadi ngga heran kalau slot appointment-nya selalu penuh hanya dalam waktu hitungan menit. Siapapun yang ingin mengajukan permohonan visa schengen melalui Kedutaan Besar Kerajaan Belanda diwajibkan untuk melakukan appointment booking disini: https://jakarta.embassytools.com/. Dalam satu hari, tersedia 5 slot appointment yang bisa digunakan. Supaya bisa mendapatkan slot appointment, silakan stand by di depan laptop atau PC dengan koneksi internet yang stabil mulai jam 17.45 WIB karena slot appointment setiap harinya akan dibuka jam 18.00 WIB untuk 2 minggu berikutnya. Siapa cepat dia dapat!

Slot appointment visa schengen yang udah terisi penuh sampai akhir Agustus 2013
Slot appointment visa Schengen yang udah terisi penuh sampai akhir Agustus 2013

Saya pun demikian! Sebelum bulan puasa, saya hampir menyerah saat akan bikin janji ke Kedutaan Besar Kerajaan Belanda. Setiap jam 18.00 WIB saya udah di depan PC, tapi tetep aja gagal. Entah itu koneksi internet yang tiba-tiba terputus atau jaringannya yang sibuk saking banyaknya orang yang mengakses. Maklum, April sampai September setiap tahun adalah high season untuk permohonan pengajuan visa Schengen ke Eropa. Akhirnya saya baru bisa berhasil mendapatkan slot appointment tanggal 16 Juli 2013. Saat orang-orang sibuk berbuka puasa, saya sibuk mengisi formulir registrasi pengajuan visa Schengen 2 minggu kemudian, 30 Juli 2013.

Confirmation Receipt untuk datang ke Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Jakarta
Confirmation Receipt untuk datang ke Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Jakarta

Dokumen-dokumen yang perlu disiapkan untuk mengajukn permohonan visa Schengen adalah sebagai berikut:

  1. Paspor yang masih berlaku minimal 3 bulan dari tanggal saat keluar dari wilayah Schengen.
  2. Pas foto dengan ukuran dan syarat yang bisa dibaca disini: http://bit.ly/1crbQcE. Tapi kalau ragu-ragu kayak saya kemarin, pas foto bisa langsung dibuat di kedutaan seharga Rp 50.000.
  3. Formulir permohonan yang bisa di-download langsung di website http://bit.ly/14GjPel. Formulir harus diisi dengan lengkap dan ditandatangan sebanyak 2 kali pada halaman 2 dan 3.
  4. Asuransi perjalanan. Bawa polis asli dan fotokopinya.
  5. Bukti keuangan bisa berupa rekening bank atau slip gaji selama 3 bulan terakhir. Ngga ada saldo minimal yang ditentukan, tapi kalau kita berangkat ke Eropa atas biaya sendiri, maka setiap hari harus memiliki uang sebanyak 34 Euro.
  6. Reservasi tiket penerbangan.
  7. Membayar uang administrasi Rp 750.000 (60 Euro) tapi sayangnya mulai 1 Agustus 2013 harganya naik jadi Rp 800.000

TIPS:

Berhubung saya ngga punya perputaran uang sebanyak puluhan juta di tabungan, maka saya menggunakan bukti keuangan punya Ayah saya. Boleh kok asalkan lampirkan juga Akta Kelahiran dan Kartu Keluarga (dokumen asli dan fotokopi) yang menunjukkan hubungan keluarga. Kemudian saya juga melampirkan slip gaji selama 3 bulan terakhir dan Surat Keterangan Bekerja dari HRD di kantor yang dicetak di kertas dengan kop surat resmi. Dalam surat itu yang paling penting adalah pernyataan kalau saya akan balik lagi ke Indonesia dan kembali bekerja pada tanggal tertentu. Untuk meyakinkan aja kalau saya ngga akan terlantar di Belanda. Eh tapi ngga tau juga sih kalau tiba-tiba ketemu jodoh gimana :’|

Karena saya datang ke Belanda untuk studi atas undangan dari Radio Netherlands Training Center (RNTC) maka dokumen penting lainnya yang juga saya lampirkan adalah surat penerimaan dan surat rekomendasi pembuatan visa yang keduanya ditandatangani dan dikeluarkan oleh kampus. Setelah semua dokumen lengkap, persiapkan juga fotokopinya karena ngga menutup kemungkinan salinannya diminta oleh pihak kedutaan besar.

Setelah semua dokumen langkap, berangkatlah saya ke Jakarta. Ikut nginep di kosan temen di daerah Kebon Jeruk dan besok harinya jam 9 pagi langsung berangkat menuju Rasuna Said. Saat memasuki wilayah gedung Kedutaan Besar Kerajaan Belanda, perlihatkan print out konfirmasi slot appointment ke satpam. Setelah masuk ruang tunggu, dilarang menggunakan handphone. Tas dan barang bawaan lainnya harus langsung disimpan di dalam loker yang tersedia di area ruang tunggu. Cari petugas yang berdasi dan berkemeja, tunjukkan lagi print out appointment dan dokumen-dokumen yang dibawa. Setelah semuanya sudah lengkap, saya disuruh masuk ke ruang tunggu lainnya, untuk mengambil nomor antrian.

Nomor antrian untuk mengajukan permohonan visa Schengen di Kedutaan Besar Kerajaan Belanda
Nomor antrian untuk mengajukan permohonan visa Schengen di Kedutaan Besar Kerajaan Belanda

Ruangannya ngga terlalu besar, mirip dengan ruangan kalau kita mau setor uang di bank. Ada kursi-kursi yang menghadap ke 5 counter untuk melayani orang-orang yang dipanggil sesuai nomor urut dan sesuai kebutuhan-nya. Saya nunggu lumayan lama karena setiap orang menghabiskan waktu yang berbeda-beda di depan counter. Saat nomor antrian saya dipanggil, saya langsung menyerahkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan dan beberapa salinannya. Wawancara dengan petugas langsung dilakukan saat itu juga, menggunakan telepon yang tersambung ke headphone yang dipakai oleh petugas. Pertanyaan yang diajukan juga ngga susah: Berapa lama di Belanda? Rencana akan mengunjungi berapa negara? Dan beberapa pertanyaan lainnya yang berhubungan dengan tanggal keberangkatan dan status pekerjaan di Indonesia.

Ternyata surat undangan dari Radio Netherlands Training Center yang justru menarik perhatian petugas kedutaan. Pada akhirnya kami malah bercerita tentang suasana kerja di Belanda. Wawancara yang menyenangkan! Setelah 15 menit, kemudian saya diberi kertas berupa tanda terima pengambilan visa. “Besok jam 14.30 ambil visa-nya di ruangan sebelah…” That’s it!

Tanta Terima pengambilan visa Schengen di Kedutaan Besar Kerajaan Belanda
Tanda Terima pengambilan visa Schengen di Kedutaan Besar Kerajaan Belanda

Besok harinya, saya udah sampai di Rasuna Said sekira jam 14.00 WIB. Bersama beberapa orang lainnya, kami berbaris di depan pintu pagar, mengantri untuk body checking sebelum masuk ke area ruang tunggu. Tepat jam 14.30 WIB, satu per satu dipanggil oleh petugas sesuai nomor urut yang sama dengan yang dipakai sehari sebelumnya. Kemudian saya masuk ke ruang tunggu dan duduk di depan counter. Cukup 10 menit sebelum akhirnya giliran saya. “Atas nama Sheisa Sastaviana…” begitu kata petugas-nya. Alhamdulillah, akhirnya paspor dengan stiker visa Schengen pun berhasil saya bawa pulang :’)

Visa Status: Approved!
Visa Status: Approved!

Sampai ketemu di Eropa! ***

Advertisements

6 thoughts on “Visa Status: Approved

  1. Hi Mba Sheisa,

    Pas banget nemu blog ini pas aku mau apply schengen visa untuk short course di Belanda. Aku mau tanya, waktu buka aplikasi utk janji pembuatan visa di website kedubes belanda, aku agak bingung mau pilih jenis appointment type apa.

    Mungkin Mba bisa share waktu dulu pilih appointment type nya apa ya? :)

    Thank youu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s