#4 Course Day 2: Vision, Strategy, and Future of the Media

Selasa, 1 Oktober 2013.

Setiap pagi, kami memulai pelajaran dengan diskusi kecil tentang Managing Dilemma. Ini adalah sebuah pembahasan dari kasus-kasus dilematis yang sering terjadi dalam perusahaan. Kasus pertama yang diberikan oleh Mr. Peter Schrurs sebagai bahan diskusi adalah ‘On walking past desks, you notice that many of the staff appear to be surfing the internet, shopping online, and exchanging emails with family an friends during working hours.’

Seems familiar, eh?

Suasana di Orange Room saat lagi break.
Suasana di Orange Room saat lagi break.

Kemudian satu per satu diwajibkan memberikan tanggapan untuk situasi tersebut dan memberikan solusi yang pernah atau akan diberikan. Mendengarkan pendapat dan cerita dari setiap orang dengan latar belakang budaya yang berbeda-beda itu ternyata sangat memperkaya wawasan. Dan ternyata kami semua pernah mengalami hal yang sama! Akhirnya, kami bertukar solusi.

Oiya! Hari ini kami belajar sampai jam 7 malam karena ada evening class bersama pakar digital media Mr. Jonathan Marks. My fave!

Menu makan siang hari ini... Enak!
Menu makan siang hari ini… Enak!

Materi training hari ini adalah tentang strategi menyusun visi dan misi perusahaan. Cara Mr. Bert Alkemade menjelaskan poin demi poin sangat clear! Beliau menggunakan gaya presentasi yang santai menggunakn post-it notes warna warni yang ditempel di papan. Setiap warna menjelaskan setiap poin penting yang sedang dibahas. Ternyata psikologi warna membuat materi bisa diserap dengan mudah dan cepat oleh otak.

Colorful wall!
Colorful wall!
Another colorful wall!
Another colorful wall!
Setiap kali dikasih tugas unutk mengerjakan analisis, pasti dikerjakan di kertas besar dan warna-warni kemudian ditempel di dinding.
Setiap kali dikasih tugas unutk mengerjakan analisis, pasti dikerjakan di kertas besar dan warna-warni kemudian ditempel di dinding.
Semakin hari kertasnya semakin banyak!
Semakin hari kertasnya semakin banyak!
Ini kertas punya saya.
Ini kertas punya saya.

Sudah jam 5 sore, waktunya istirahat sebelum memulai evening class tepat jam 6 malam.

Saya suka banget hot choco! Maka saya berasa di-pesta-in bisa bebas minum puluhan gelas hot choco dari vending machine setiap kali lagi break. Dan istirahat sore itu pun saya habiskan dengan minum hot choco sambil posting foto-foto ke Instagram. World should know what I’m doing! Hahaha!

Meet Mr. Jonathan Marks yang memberikan presentasi tentang masa depan media massa. Beliau banyak sekali membahas tentang perkembangan internet dan dunia digital di media massa, termasuk tentang second-screen experience dan satelit digital tercanggih saat ini yang salah satunya dimiliki oleh MNC Networks, perusahaan media massa dari Indonesia. My goodness!

Setelah course dengan Mr. Jonathan Marks selesai, pikiran saya penuh sesak dengan berbagai kenyataan yang membuat saya miris dan malu hati. Di perjalanan pulang ke Guest House, saya berpikir keras. Semua informasi yang diberikan beliau tentang perkembangan media digital di dunia yang sedang berlangsung di negara-negara maju, sebenar-benarnya juga sedang terjadi di Indonesia terutama di kota-kota besar seperti Bandung, Jakarta, Bali, atau Surabaya. Dengan kebebasakan informasi yang dimiliki oleh Indonesia, ngga heran kalau berbagai macam kecanggihan teknologi dengan mudah menerpa setiap orang.

Internet bisa diakses dengan gampang walaupun dengan kecepatan yang biasa aja, tanpa ada intervensi dari pemerintah. Smartphone ada di mana-mana mulai dari iPhone sampai yang made in China. Ratusan pilihan majalah, koran, tabloid, TV, radio, sampai media online bertebaran diman-mana. Second-screen experience juga udah terjadi di Indonesia! TV high definition udah tersedia di toko elektronik. Semuanya serba mudah dan bebas. Tapi menurut saya, ini semua hanya terjadi di kota-kota besar. Tidak meratanya pertumbuhan ekonomi dan sosial-budaya membuat Indonesia terus berada dalam daftar ‘Negara Berkembang’ selama puluhan tahun, sementara bagian lainnya dari Indonesia merupakan kota-kota yang sangat maju dengan segala kecanggihan teknologi dan informasi yang serba mudah.

Kemudian saya membandingkan dengan yang terjadi dengan teman-teman saya, kecuali di Filipina. Mereka sangat takjub dengan fitur second-screen experience dan kemampuan-kemampuan lainnya yang bisa dilakukan oleh internet dan media digital. Pada intinya, yang dipaparkan oleh Mr. Jonathan Marks adalah sesuatu yang baru buat mereka. Bayangkan aja, di Ethiopia, penggunaan internet dibatasi dan diawasi dengan ketat oleh pemerintah. Situs-situs banyak yang diblokir dan kecepatannya pun jauh di bawah rata. Belum lagi di Ghana, Seychelles, Bangldesh, Sri Lanka, dan Goa (India) yang belum mampu memanfaatkan semua kecanggihan teknologi yang ada sekarang ini karena berbagai macam keterbatasan, mulai dari dana sampai sumber daya manusia.

Segala keterbatasan dan kesulitan yang dialami oleh teman-teman saya dari negara-negara di Afrika dan (beberap di) Asia, menjadikan mereka lebih gigih berjuang supaya bisa lebih pinter dan bisa memajukan negaranya. Maka motivasi mereka jauh lebih besar untuk ‘keluar’ dari negara mereka, menyerap ilmu dari negara-negara maju, kemudian kembali lagi ke negara asalnya, dan berjuang dengan ilmu yang mereka miliki. Semua teman-teman saya ini udah pernah sekolah berbulan-bulan dan bertahun-tahun di Amerika, Inggris, dan Swiss. Beberapa diantaranya juga ada yang pernah training dan ikut workshop di Denmark dan Jerman. Mereka berangkat dengan biaya dari pemerintah, sebagian lagi dibiayai oleh universitas dan perusahaan tempat mereka bekerja. Semua dilakukan demi kemajuan…

Anyway ini cuma pendapat dan pemikiran saya aja saat lagi kedinginan di Bussum… ***

Rabu, 2 Oktober 2013. Course Day 3: S.W.O.T

Semakin hari, pelajaran Broadcast Management di RNTC semakin menyenangkan! Mulai terpikirkan kalau belajar 2 minggu doang kayaknya ngga cukup nih :’( Setiap materi dan diskusi yang kami lakukan selalu membuka jalan dan pikiran untuk solusi dari masalah manajerial yang ada. Ngeri! Ternyata saya bodohnya minta ampun! Banyak banget hal yang saya ngga paham namun akhirnya otak saya bekerja lebih giat lagi untuk menyerap semua pengetahuan baru yang saya dapatkan dari trainers dan teman-teman dari seluruh dunia.

Pagi ini seharian kami akan belajar melakukan analisis menggunakan metode S.W.O.T – Strengths, Weakness, Oportunity, Threats – dengan dasar basic question dari masing-masing orang perusahaan. Analisis pagi ini dimulai dengan menjabarkan satu per satu analisis internal perusahaan, yang kemudian dilanjutkan dengan developing strategy. Waktunya kami untuk kerja kelompok! Kelas dibagi menjadi dua. Saya mendapat bagian untuk bekerja kelompok bersama Mercy (TV3 – Ghana), Agnes (Seychelles Broadcasting Company – Seychelles), dan Golam (Radio Padma – Bangladesh). Kami diberikan kebebasan untuk memilih satu perusahaan untuk dijadikan bahan analisis S.W.O.T dan pilihan jatuh pada Seychelles Broadcasting Company (SBC).

Teman-teman sekelompok waktu ngerjain analisis S.W.O.T
Teman-teman sekelompok waktu ngerjain analisis S.W.O.T

Meskipun yang di-analisis perusahaan orang lain, karena saya diharuskan untuk mengikuti dan terlibat diskusi dalam melakukan setiap langkah analisis-nya, maka sedikit demi sedikit mulai terbuka juga cara yang paling efektif untuk melakukan analisis S.W.O.T buat saya bawa ke Bandung.

Buat bekel Agnes pulang ke Seychelles.
Buat bekel Agnes pulang ke Seychelles.
Nih hasil analisis S.W.O.T yang bikin puyeng tapi seru!
Nih hasil analisis S.W.O.T yang bikin puyeng tapi seru!

Dan sore ini, kami berdelapan pulang ke Guest House sangat kecapean karena seharian berpikir keras tentang analisis S.W.O.T :’))))) Mau tiduuuuuur karena besok pagi akan working-visit ke Omroep Brabant di Eindhoven! Yeay! ***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s