Siapa Bilang Jakarta Kejam?

Welcome to music industry!
Welcome to music industry!

It’s been two weeks since I moved to Jakarta earlier this month!

Saya pikir minggu-minggu pertama bekerja di kantor ngga akan terlalu menyita waktu, ternyata saya salah besar! Hari pertama kerja, saya langsung dibuat sedikit kelimpungan dengan berbagai materi promo yang melimpah di TV, radio, on-line, dan majalah. E-mail baru saya pun langsung penuh dengan berbagai jadwal kegiatan beberapa band yang harus naik promo. Belum lagi saya kesulitan mengingat nama-nama teman-teman baru di kantor. Tapi saya tau kalau ini adalah awal yang baik dan menyenangkan!

Anyway, saat ini saya udah meninggalkan dunia radio dan masuk ke industri musik. Setelah merasa cukup ilmu bekerja di ARDAN Radio dan ARDAN Group, akhirnya saya nyemplung di Musica Studio’s, label musik nomor satu di Indonesia. Band-band besar yang berada di bawah bendera Musica Studio’s adalah NOAH, NIDJI, GEISHA, dan D’MASIV. Pekerjaan yang saya jalani sekarang ngga berbeda jauh dengan sebelumnya, hanya saja industri dan produk yang saya tangani jauh lebih besar dan lebih rumit. Sampai minggu kedua ini, saya masih berusaha keras untuk menciptakan pattern bekerja yang paling gampang. Udah berhasil? Belum sih… Hahaha!

Dua minggu saya rasa masih terlalu cepat untuk bisa menyimpulkan kerasan atau ngga, menyenangkan atau ngga, dan lain sebagainya. Tapi yang jelas saya menikmati pekerjaan saya ini. Menyusun wording untuk promosi di Twitter, live-chat, dan bawel seharian di timeline adalah keahlian saya. Mungkin terlihat santai dan mudah – karena kenyataannya banyak orang yang menggampangkan pekerjaan ini – tapi percayalah… Itu semua ngga gampang. Mengatur sedemikian rupa supaya setiap kalimat enak dibaca dan pesan yang diinginkan tersampaikan, perlu pemikiran yang cermat. Belum lagi kata-kata yang dipilih harus sesuai dengan segmentasi, penambahan link website, imagecampaign activation, dan inti dari semuanya adalah saya harus menerapkannya hanya dalam 140 karakter. Iya, 140 karakter aja. Termasuk spasi. Maka saya ngga pernah berani bilang kalau pekerjaan ini gampang.

111
Kalau besok-besok baca tweet seperti ini, RT aja ya…

Tiga bulan pertama ini, saya ada dalam masa probation. Supervisor saya udah kasih spoiler nih tentang apa-apa aja yang akan menjadi tanggungan pekerjaan saya, kalau berhasil melewati masa-masa kritis ini. Berikutnya, saya yakin cerita perjalanan saya di Jakarta akan penuh tantangan, rintangan, dan drama! FYI, saya bekerja dalam Marketing and International Promotion Division. Sama seperti supervisor, rekan kerja saya – Rani – pun perempuan, orang yang ‘menyeret’ saya masuk ke Musica Studio’s. Tiga orang perempuan ini baru aja membentuk sebuah grup di WhatsApp dengan nama ‘Girls Talk’.

2 April 2014 adalah hari pertama masuk kantor. Saya langsung diajak jalan-jalan menemui semua orang yang ada di setiap ruangan. Ampun deh saya susah banget mengingat nama! Cuma muka yang bisa saya hapalkan. Tugas pertama saya hari itu adalah ikut berkunjung ke kantor Detikcom bersama ASTORIA, salah satu band yang ada di bawah naungan Musica Studio’s. Siang itu, ASTORIA akan melakukan interview dengan redaksi Detik Forum. Dan untuk pertama kalinya, Twitter @MusicaStudios berpindah tangan pada saya.

ASTORIA Interview di Detik Forum (2/4)
ASTORIA Interview di Detik Forum (2/4)

Setelah hari itu, kalau ada artis atau band yang tampil di TV atau interview di media lainnya, saya ngga ikut karena harus menyelesaikan pekerjaan lain yang lebih utama. Sebagai gantinya, saya dikirimi foto-foto untuk di-upload di Twitter dan Facebook.

NIDJI Interview di Detik Forum (10/4)
NIDJI Interview di Detik Forum (10/4)
FRIDAY tampil di acara musik pagi, Dahsyat (11/4)
FRIDAY tampil di acara musik pagi, Dahsyat (11/4)
FRIDAY, band yang paling imut-imut personilnya
FRIDAY, band yang paling imut-imut personilnya
IMG_9696
SHERYL SHEINAFIA (tengah) di acara Quick Count Pemilu NET TV (9/4)

Begitulah cerita dari Jakarta… Dua minggu disini saya ngga pernah kesulitan cari makanan dan alhamdulillah bisa menjalani hari-hari dengan nyaman dan tenang. Pulang pergi ke kantor, jalan kaki karena ngga terlalu jauh dari tempat kost. Baca majalah atau pergi sama temen-temen yang udah lebih dulu pindah ke Jakarta, biasanya jadi ‘obat’ kalau lagi sepi.

Cerita seru lainnya menyusul ya! ***

Advertisements

3 thoughts on “Siapa Bilang Jakarta Kejam?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s