Menjadi ‘Helper’ di Help Exchange

Berapa biaya rata-rata yang dihabiskan untuk biaya sewa hostel saat traveling? Waktu di Yogyakarta, saya pernah menghabiskan sekira Rp 200.000 untuk tidur 3 hari 2 malam di salah satu hostel di kawasan Sosrowijayan, Malioboro, dengan fasilitas: Double-bed, kamar mandi di dalam, kipas angin, TV, dan sarapan nasi-uduk-telur-dadar. Itu di Yogyakarta. Lain lagi waktu di Paris, saya menghabiskan €30 atau sekira Rp 450.000 – dengan kurs Rp 15.000 pada akhir 2013 – untuk menginap 1 hari 1 malam di salah satu backpack-hostel dekat stasiun kereta api Gare du Nord, dengan fasilitas: Kamar dormitory, sharing 4 bunk-beds, kamar mandi di dalam, dan sarapan self-service di lobby. Biaya hidup di Paris memang termasuk mahal, apalagi soal tempat tinggal. Lagi pula saat itu saya harus memotong waktu perjalanan dengan memilih hostel yang sangat dekat dengan stasiun kereta api.

Salah satu sudut tangga di Vintage Hostel, Paris, Perancis
Salah satu sudut tangga di Vintage Hostel, Paris, Perancis

Menurut saya, ada tiga hal yang menjadi penyebab kenapa travelers cenderung menghabiskan terlalu banyak uang untuk biaya penginapan atau akomodasi: Pengalaman traveling, kebersihan tempat, dan gaya hidup. Kalau semakin sering seseorang melakukan perjalanan, maka akan semakin terlatih untuk bisa menemukan trick dan info penginapan bersih dengan harga terjangkau di suatu tempat. Pengalaman menjadikan seseorang menjadi lebih ahli, bukan? Dan saya termasuk yang masih minim pengalaman traveling-nya, jadi saya merasa harus lebih sering traveling untuk ‘belajar’. Kemudian yang berikutnya adalah kebersihan. Pernah mendengar kalimat ‘ngga apa-apa deh mahal asal bersih’? Saya – dan juga banyak orang lainnya – termasuk orang yang picky terhadap suatu tempat apalagi soal kebersihannya, terutama kamar mandi. Tapi kabar baiknya adalah di luar sana banyak sekali hostel murah dengan kebersihan tempat yang sangat baik. Asal mau meluangkan waktu lebih banyak untuk riset dan membaca review, semua aman!

Our Melting Pot Hostel tempat saya nginep waktu di Manila, Filipina
Our Melting Pot Hostel tempat saya nginep waktu di Manila, Filipina

Terakhir, gaya hidup. Saya selalu percaya kalau gaya hidup seseorang punya dampak terhadap gaya traveling-nya. Saya akui kalau saya termasuk orang yang nyaman untuk traveling hanya berbekal backpack. Kalau menggunakan kereta api, saya akan memilih kelas Bisnis atau Ekonomi dibanding Eksekutif. Untuk urusan makanan, dengan senang hati saya akan mencicipi street-food dan makanan lokal di suatu kota daripada harus makan di cafe. Yes, I’m a budget traveler what can I say…

Sudut tangga paling 'rock n roll' yang pernah saya datangi! Ini di Meeting Point Hostel, Amsterdam, Belanda
Sudut tangga paling ‘rock n roll’ yang pernah saya datangi! Ini di Meeting Point Hostel, Amsterdam, Belanda

Saat akan memulai suatu perjalanan, pikiran ‘nanti nginep-nya dimana ya?’ atau ‘hotelnya mahal-mahal euy…’ seringkali membuat khawatir dan ngga jarang kita malah mengurungkan niat untuk pergi jalan-jalan. Sampai pada suatu sore di Manila saat dalam perjalanan ke airport tahun lalu, saya mengutarakan kekhawatiran saya ini ke Gabrielle Janssen, turis berusia 56 tahun asal Jerman. Kami berkenalan di Our Melting Pot Hostel, Manila. Saat itu, Gabrielle sedang akan melanjutkan perjalanan ke Indonesia dan kami berada di pesawat yang sama. Saya kagum dengan semangatnya untuk traveling!

Saya dan Gabriella di Manila sebelum pulang ke Indonesia
Saya dan Gabriella di Manila sebelum kami ke Indonesia

“You are still twenties! You have to explore the world. Go traveling!” begitu katanya. Sebagai seorang pro, dia bercerita kalau selama ini dia bisa traveling keliling dunia dengan budget terbatas karena terbantu oleh Help Exchange atau HelpX, sebuah on-line social networking dimana kamu bisa bekerja sebagai volunteer di suatu tempat dan mendapatkan reward berupa penginapan dan makan gratis.

Begini cara kerjanya:

  • Melalui HelpX, kita akan berbagi informasi mengenai tempat-tempat di berbagai belahan dunia yang berhubungan dengan kebun organik atau non-organik, B&B breakfast and bed, backpack hostel, cafe, tour and travel agency, dan lain sebagainya.
  • Para pengelola tempat-tempat tersebut membutuhkan tenaga bantuan kita untuk bekerja sebagai volunteer seperti house-keeping, merawat hewan peliharaan, baby-sitting, menjadi pramuniaga, dan lain-lain.
  • Biasanya tenaga volunteer datang dari wisatawan asing yang ingin mengasah skill, berbagi ilmu pengetahuan yang dikuasai, dan berinteraksi lebih dekat dengan warga lokal.
  • In return, kamu yang menjadi volunteer akan diberi akomoasi (tempat tinggal) dan makan gratis dari pengelola tempat sebagai imbalan dari berbagai pekerjaan yang sudah diselesaikan, biasanya 4 jam dalam sehari.

Feels interested already? I do too! Pengguna HelpX ini datang dari seluruh dunia. Jadi kemanapun kamu pergi, kamu bisa selalu mendapatkan tempat untuk tinggal dan bekerja menjadi volunteer. Bisa terbayang kan berapa budget yang bisa kamu potong untuk akomodasi selama kamu traveling!

Saya memang belum pernah mencoba HelpX karena saya baru mendaftar sebagai Premium Member tadi malam. Kalau dapat libur dari tempat preparation, saya akan ke Borneo, Malaysia, lepas Ramadhan nanti, dan bekerja sebagai volunteer di Wrong Place backpacer hostel. Tugas saya nanti adalah house-cleaningbartendingserving, dan changing the beddings, selama 6 jam per hari untuk mendapatkan penginapan dan dua kali makan gratis setiap hari selama saya ada di Borneo.

Wrong Place in Borneo via HelpX
Wrong Place in Borneo via HelpX

Belum juga selesai persiapan traveling ke Borneo, tiba-tiba tadi pagi saya dapat undangan untuk dateng ke Busan, Korea Selatan! Surprise sekali… Saya senang! Penawaran ini berlaku sepanjang tahun. Jadi kapanpun saya pergi ke Korea Selatan, saya tau kemana saya akan datang untuk dapetin penginapan dan makan gratis.

To South Korea we go!
To South Korea we go!

Saya lumayan ngga sabar untuk segera ‘masuk’ ke HelpX! Untuk kamu yang ingin merasakan sensasi berbeda saat traveling, boleh lah dicoba untuk menjadi Premium Member. Untuk memulainya, bisa dengan menentukan dulu tempat tujuan, baru mencari tempat kerja di HelpX atau sebaliknya. Bisa jadi karena tempat dan jenis pekerjaan yang seru, menjadi awal kita berkunjung ke suatu tempat. Jangan pernah bosan untuk melakukan riset dan membaca review banyak-banyak saat akan traveling

Happy HelpXchanging! ***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s