Daftar On-line untuk Buat Paspor Baru. Cepat!

Gonna use this passport until 2020 :)
Gonna use this passport until 2020 :)

Kalau ngga diingatkan oleh kampus untuk segera mengunggah data paspor untuk kelengkapan pengajuan visa, sepertinya saya akan lupa kalau paspor sudah habis masa berlakunya sejak Oktober 2014.

Waktu pertama kali punya paspor – 2009 – saya ngga pernah tau bagaimana cara membuatnya karena waktu itu menggunakan jasa calo. Harganya pun jauh lebih mahal, Rp 500.000! Kali ini, saya menantang diri menghadapi segala keruwetan administrasi untuk membuat paspor. Tapi ternyata perkiraan saya salah besar, sekarang kalau mau buat atau perpanjang paspor bisa sangat gampang dan ngga perlu antri sejak pagi, asalkan pendaftarannya dilakukan secara on-line.

Begini caranya:

  1. Masuk kesini untuk melihat persyaratan membuat paspor. Harus dipastikan kalau semua data yang tertera di KTP, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran sama, karena kalau ada perbedaan tahun lahir atau perbedaan ejaan nama, akan menyulitkan dan ngga akan dilayani.
  2. Lakukan pendaftaran secara on-line dengan klik disini dan pilih opsi ‘Pra Permohonan Personal’. Pastikan semua data diisi dengan benar tanpa ada kesalahan ejaan. Ada pilihan paspor biasa dan e-paspor, perbedaannya bisa kamu baca disini. Saya membuat paspor biasa 48 halaman, biayanya Rp 355.000 (termasuk biaya administrasi IT) sedangkan e-paspor Rp 655.000. Tergantung kebutuhan, silakan disesuaikan aja.
  3. Setelah mengisi data dengan lengkap, klik ‘Lanjut’ di halaman terakhir untuk mendapatkan e-mail konfirmasi. Kalau sudah menerima e-mail konfirmasi, unduh ‘Bukti Pengantar ke Bank’ yang ada di-attachment dan print lampiran tersebut.
  4. Bawa print-out ‘Bukti Pengantar ke Bank’ untuk melakukan pembayaran di teller BNI cabang manapun. FYI, pembayaran hanya bisa dilakukan di BNI ya. Setelah melakukan pembayaran, kamu akan menerima 3 lembar bukti pembayaran. Simpan dan jangan sampai hilang.
  5. Buka lagi e-mail konfirmasi tadi, klik ‘Lanjut’ yang terdapat di body e-mail. Masukkan Nomor Jurnal Bank yang ada di bukti pembayaran dan pilih jadwal tanggal kedatangan kamu ke kantor Imigrasi. Setelah itu, kamu akan dapet e-mail lagi yang berisi ‘Tanda Terima Pemohon’ dan ‘Formulir Surat Perjalanan Republik Indonesia’ sebanyak 3 lembar. Print lampiran tersebut dan isi formulirnya menggunakan tinta hitam dan huruf cetak.
  6. Datang ke kantor Imigrasi sesuai jadwal yang udah kamu tentukan antara jam 08.00 sampai jam 14.00, pakai baju yang rapi dan ngga boleh yang berwarna putih. Dokumen yang harus dibawa: KTP, Akta Kelahiran, Kartu Keluarga, paspor lama (fotokopi bagian depan dan belakang). Masing-masing dokumen harus dibawa yang aslinya dan difotokopi satu kali di kertas ukuran A4, plus materai Rp 6.000. Kalau kamu ngga sempat fotokopi dan beli materai, di bagian belakang kantor Imigrasi Kelas I Kota Bandung, ada tempat fotokopi-an.
  7. Sampai di kantor Imigrasi, langsung ambil nomor antrian untuk pendaftaran on-line, kamu ngga perlu datang subuh karena khusus pendaftar on-line punya nomor antrian terpisah. Tapi karena saya ngga tau kalau antriannya beda, waktu itu saya tetep datang jam 6.30 ke kantor Imigrasi Kota Bandung di Jl. Suci, ambil antrian sekira jam 07.00, dapat nomor 16.
  8. Tunggu sampai nomor antrian kamu dipanggil, bisa dilihat juga melalui LCD TV di ruang tunggu yang akan mencantumkan nama kamu. Supaya ngga bosan, bawa buku atau headset. Di sekitar ruang tunggu juga tersedia air mineral dan permen kok.
  9. Loket akan dibuka tepat jam 7.30, kalau nomor antrian kamu sudah dipanggil, datangi loketnya, dan serahkan dokumen ke petugas untuk di-scan. Setelah itu kamu akan difoto, diambil sidik jari, dan diminta untuk memeriksa ulang data-data yang sudah di-upload ke sistem. Anyway, kalau fotonya kurang kece, boleh minta ulangi. Tapi ngga tau kenapa kemarin saya deg-degan banget jadi ngga minta ulang dan hasilnya ngok!
  10. Paspor kamu bisa diambil 3 hari setelahnya. Bawa slip pembayaran dan tanda terima dari petugas. Ulangi cara yang sama: Datang ke kantor Imigrasi (khusus pengambilan paspor dari jam 08.00 sampai jam 12.00 setiap harinya), ambil nomor antrian khusus pengambilan, tunggu nomor dipanggil, dan datang ke loket pengambilan.
  11. Kalau paspor lama mau diambil lagi, isi formulir khusus dan siapkan materai Rp 6.000, kalau saya sih diambil lagi, lumayan untuk kenang-kenangan.
Suasana di Ruang Tunggu Kantor Imigrasi Kelas I Bandung Jam 7.15
Suasana di Ruang Tunggu Kantor Imigrasi Kelas I Bandung Jam 7.15

Enak ya, sekarang gampang banget kalau mau perpanjang paspor atau bikin baru. Ngga harus menunggu lama dan langsung dilayani oleh satu orang petugas. Way to go, Direktorat Jenderal Imigrasi RI! ***

Advertisements

5 thoughts on “Daftar On-line untuk Buat Paspor Baru. Cepat!

  1. Assalamualaikum mba mau tanya klo di kanim Bandung bisa perpanjang paspor dg e-paspor ? Yg ada chip nya itu? Kebetulan sy mau perpanjang paspornya

    1. Walaikumsalam, Mbak Dian. Untuk saat ini, pembuatan e-paspor belum bisa dilakukan di Bandung. Pengajuannya hanya bisa dilakukan di Jakarta, Surabaya, dan Batam. Begitu Mbak, sepengetahuan saya, semoga membantu :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s