Kenapa sih Walikota Bandung Twitter-an terus?

Sampul #TETOT. Catchy, 'aight?
Sampul Buku #TETOT

Suatu hari, saya ngga sengaja pergi ke Gramedia. Niat hanya mengantar teman, tapi ternyata malah saya yang belanja buku. Banyak, pula…

Diantara buku-buku biografi yang saya beli hari itu, saya menyisakan satu tempat untuk buku yang ditulis oleh Ridwan Kamil. Walikota Bandung kesayangan semua orang ini, menulis sebuah buku berjudul #TETOT: Aku, Kamu, dan Media Sosial. Kalau pernah mengikuti beritanya, kata #TETOT ini diangkat dari ‘kasus’ menggelikan antara Kang Emil – panggilan Ridwan Kamil – dengan pengacara Farhat Abas.

Selain karena ditulis langsung oleh Kang Emil, hal lain yang menarik perhatian saya dari buku #TETOT adalah komik ilustrasinya yang diangkat dari percakapan sehari-hari Kang Emil di Twitter dengan followers-nya. Super lucu! Ilustrator-nya adalah Studio Mantox.

Ini dia salah satu komik twitt di buku #TETOT
Ini dia salah satu komik twitt di buku #TETOT

Sesampainya di rumah, saya langsung membaca halaman demi halaman buku #TETOT dan menyelesaikannya dalam waktu 2 hari aja. Untuk yang pernah mempertanyakan ‘Kenapa walikota Bandung kerjanya hanya Twitter-an?’ sebaiknya membaca buku ini karena akan menjawab pertanyaan itu. Kenapa ya Kang Emil Twitter-an terus?

Jauh sebelum menjabat sebagai Walikota Bandung, Kang Emil memang udah dekat dengan social media. Saya juga udah follow Twitter @ridwankamil waktu beliau aktif menjadi penyiar program Bandung Banget di ARDAN Radio, sekira 2010. Saya mengikuti perjalanan karir beliau sejak itu, hingga akhirnya terpilih menjadi Walikota Bandung meskipun saya ngga ikut nyoblos karena ber-KTP kabupaten. Semua informasi tentang social media engagement di buku ini juga disampaikan secara akurat dengan data-data dan personal experience, jadi bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Akan seperti apa Kota Bandung di bawah kepemipinan Kang Emil? Semua tergambar di buku #TETOT. Gaya penyampaian yang ringan dan jelas, membuat konsep-konsep pemikirannya bisa mudah dimengerti. Begitu juga dengan penjelasan mengenai kenapa kantor dinas di Kota Bandung harus pada punya Twitter? Biar apa? Mereka bisa ya pake-nya? It turns out that kebijakan ini berjalan dengan baik dan berproses.

Selain bercerita tentang hal-hal ‘berat’ berkaitan dengan perjalanan politiknya sebagai pemimpin dan kecintaannya terhadap kota kelahirannya, Kang Emil juga menceritakan banyak tentang keluarganya, istrinya yang cantik, anak-anaknya, dan juga ibundanya yang menjadi sumber segala kekuatan yang dimiliki Kang Emil sekarang ini.

Kang Emil dan Ibunda-nya
Kang Emil dan Ibunda-nya

Ada banyak quotes menarik di buku ini. Quotes yang diambil dari arsip Twitter @ridwankamil yang pernah dia post sebelum-sebelumnya, yang bahkan mungkin beliau juga lupa pernah menuliskannya. Potongan-potongan percakapan di Ask.fm juga menarik, lucu, dan mengungkap sisi lain dari seorang pejabat pemerintah.

Salah satu quotes motivasi dari @ridwankamil
Salah satu quotes motivasi dari @ridwankamil
He nailed it on Ask.fm!
He nailed it on Ask.fm!

Menurut saya, buku ini adalah pendekatan yang baik dari pemimpin terhadap orang-orang yang dipimpinnya, terutama anak-anak muda. Mau se-apatis apapun seseorang terhadap pemerintah, pada akhirnya akan tetap mencari tau apa yang dikerjakan oleh pemimpinnya.

Sebagai penutup, ini dia salah satu quotes kesukaan saya:

Word described!
Word described!
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s