Istimewanya Al-Fatihah

DSC_0013Suatu sore yang sibuk di Bandung, saya menyempatkan diri mampir ke Gramedia sepulang sekolah bahasa Perancis. Saya mencari buku tentang Isra Mi’raj tapi berakhir dengan tangan kosong. Sebelum melangkah ke pintu keluar, saya menemukan tumpukkan buku Best Seller berjudul ‘Samudera Al-Fatihah: Manfaat dan Keistimewaan Induk Al-Quran’ yang ditulis oleh (alm.) Bey Arifin, seorang dosen kajian agama Islam. Tanpa pikir panjang, saya membeli satu copy. Seperti saat membaca novel, saya tidak bisa berhenti membaca lembar demi lembar buku itu…

***

Perasaanmu terhadap Ta’awwudz dan Basmalah Tak Lagi Sama

Allah SWT mewajibkan umat Islam untuk membaca surat Al-Fatihah sebanyak 17 kali ketika melaksanakan shalat 5 waktu. Ayat-ayat dalam surat Al-Fatihah menerangkan nama-nama Allah, sifat-sifat Allah, dan menjelaskan ketegasan dan kebesaran Allah. Surat Al-Fatihah juga memililki kekuatan untuk menjaga orang-orang yang membacanya dari berbagai bahaya dan penyakit. Begitu seringnya kita membaca surat Al-Fatihah dimulai dari ta’wwudz hingga ayat terakhir, namun seringnya juga kita tidak paham dengan apa yang kita baca. Buku ‘Samudera Al-Fatihah: Manfaat dan Keistimewaan Induk Al-Quran’ ini menjelaskan kandungan dan pengertian ayat demi ayat dalam surat Al-Fatihah.

DSC_0014Kalimat ta’awwudz mampu melindungi manusia dari godaan setan. Haruslah kita yakin dan percaya bahwa Allah SWT bukan hanya menciptakan alam semesta, tapi juga mengatur segala isinya. Allah bukan hanya mengatur alam semesta, tapi juga melinduungi segala sesuatu yang terdapat di dalamnya. Alasan paling utama kenapa kita masih bisa hidup adalah karena perlindungan Allah semata, perlindungan terhebat bagi segala macam kehidupan.

DSC_0015

Di dalam bacaan basmalah, terdapat 3 nama terbesar dari nama-nama Allah yaitu:

Allah. Artinya tiada Tuhan selain Allah.

Ar-Rahmaan. Artinya Allah yang maha pemberi rahmat bagi seluruh makhluk-Nya.

Ar-Rahiim. Artinya Allah yang maha pemberi rahmat besar berupa jalan kehidupan lurus menuju surga.

“Setiap pekerjaan (urusan) penting yang tidak dimulai dengan menyebut Bismillaahir Rahmaanir-Rahiim, maka pekerjaan (urusan) itu akan pincang.”

DSC_0016

Ucapan hamdalah merupakan wujud rasa syukur, kasih sayang, cinta, dan bangga terhadap Allah SWT. Dari segala macam bentuk susunan kalimat yang berisi pujian yang dipanjatkan manusia kepada Allah, Dia memilih satu yang paling disenangi yaitu Alhamdulillahi Rabbil ’aalamiin. Rasulullah SAW bersabda: “Zikir paling utama ialah ucapan laa Ilaaha Illallaah dan doa paling utama ialah ucapan Alhamdulillaahi.”

Ucapan hamdalah berarti berdoa yang mampu menenangkan hati setiap orang yang menyebutnya dan harus yakin bahwa Allah SWT akan mengabulkan dan mendengarkan segala permohonannya. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Sekiranya dunia dan seluruh harta kekayaan yang berada di atasnya diserahkan ke tangan seorang dari umatku, lalu orang itu berkata ‘Alhamdulillah’, sungguh ucapan ‘Alhamdulillah’ itu lebih berharga dari seluruh harta kekayaan itu.”

DSC_0017

Ar-Rahmaan berarti Allah pemegang kunci rahmat dunia dan Ar-Rahiim berarti Allah pemegang kunci rahmat akhirat. Menurut hadis, Rasulullah SAW apabila berdoa paling sering menyeru dengan seruan Ya Rahmaan Ya Rahiim.

DSC_0018”Mereka bertanya kepada engkau tentang Roh. Katakanlah: Roh itu adalah rahasia Tuhanku. Dan tidaklah diberikan ilmu pengetahuan kepadamu kecuali sedikit saja.” (Al-Isra: 85). Tetapi kita sebagai orang yang beriman harus percaya bahwa ada kehidupan sesudah mati, kehidupan kekal dan abadi roh manusia di akhirat.

DSC_0019

Diterangkan dalam buku ini bahwa Al-Fatihah terdiri dari 7 ayat. Ayat ini terletak persis ditengah. Tiga ayat sebelumnya untuk Allah, sedangkan tiga ayat sesudahnya untuk manusia (Hamba Allah).

Iyyaka Na’budu artinya: Engkaulah yang kami sembah. Hanya untuk engkau sajalah kami beribadah. Tidak ada selain Engkau yang kami sembah, yang kami puja.

Iyyaka Nasta’iin artinya: Engkaulah yang kami mintai pertolongan. Hanya kepada Engkau kami meminta bantuan, perlindungan, rejeki, dan keselamatan.

Ayat ini mengandung 2 persoalan pokok yaitu ibadah dan doa. Ibadah terangkum dalam 2 hal yaitu cinta (hubb) dan tunduk (Khudhu). Cinta dan tunduk ditujukan hanya kepada satu zat yaitu Allah SWT. Ini yang dinamakan Tauhid. ”Bila kamu tanyakan kepada mereka: Siapakah yang menciptakan mereka? Mereka akan menjawab: Allah.” (Ad-Dukhan: 87). Berdoa (Isti’anah) terangkum dalam 2 hal yaitu: berserah diri (tsiqah) dan menggantungkan harapan (i’timad). Kedua hal ini tercakup dalam satu kata yaitu tawakal. Tawakal inilah yang menjadi pengertian yang sedalam-dalamnya dari ayat ‘iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin’.

DSC_0020Shiraathal-Mustaqiim artinya jalan yang lurus, jalan yang benar, jalan yang membawa kepada kebahagiaan dan keberuntungan, di dalam hidup di dunia dan terlebih lagi di akhirat nanti. Rasulullah SAW memberikan nasihat kepada umat-nya agar sebanyak-banyaknya minta pertolongan dan berdoa kepada Allah SWT. Mintalah kepada Allah segala perkara dari yang besar hingga yang sekecil-kecilnya. Diantara berjuta-juta perkara besar dan kecil yang kita butuhkan, maka shiraathal mustaqiim adalah yang paling penting, paling besar dan paling mahal harganya dalam hidup manusia di dunia.

DSC_0021Ditegaskan dalam ayat ini yang dimaksud Allah SWT jalan yang lurus adalah jalan yang ditempuh, dijalani atau digariskan oleh orang-orang yang telah mendapat nikmat dari Allah. Orang-orang yang mendapat nikmat yang dimaksud adalah Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul atau orang yang bukan Nabi dan Rasul, tetapi memiliki kepercayaan yang sama dengan pendapat atau kepercayaan Nabi dan Rasul. Insya Allah kita masuk dalam golongan ini…

DSC_0022Dikutip dari Surat Al-Maidah ayat 60: ”Katakan, Akan kuberitahukan hal yang lebih buruk dari pembalasannya di sisi Allah. Yaitu orang-orang yang dikutuk dan dimurkai Allah, diantaranya yang dijadikan-Nya kera, babi dan penyembah berhala. Mereka itu sangat buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.” Surat Al-Fatihah mengajarkan manusia untuk selalu memohon kepada Allah SWT agar selalu ditunjukan jalan yang lurus, jalan orang-orang yang mendapat nikmat Allah, bukan jalan orang-orang yang dimurkai Allah atau orang-orang yang sesat. Setelah selesai membaca surat Al-Fatihah, disunahkan untuk mengucap ‘amin’ yang berarti kabulkanlah permohonan kami. ***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s