13 Jam Berjalan Kaki menuju Ranu Kumbolo

Memulai perjalanan ke Ranu Kumbolo
Memulai perjalanan ke Ranu Kumbolo

Hiking adalah salah satu aktivitas traveling yang paling saya hindari. Saya lebih memilih nyemplung ke dasar laut dari pada harus berjalan kaki puluhan kilometer dan tidur diselimuti udara dingin. Tapi menutup bulan Agustus kemarin, saya malah meng-iya-kan ajakan Austin untuk hiking ke Ranu Kumbolo di Malang, Jawa Timur. Mantap saya bilang, ‘Hayu, Tin. Aing ikut ke Ranu Kumbolo.’

Rencana ikut open trip pun dimulai. Tiket kelas Ekonomi kereta api Bandung – Malang – Bandung langsung kami beli seharga Rp 165.000 sekali jalan. Ranu Kumbolo. Selama ini saya hanya tau tempat ini dari cerita orang-orang di blog. Tempat yang jadi sohor karena film layar lebar ini katanya menyimpan keindahan pemandangan yang luar biasa di kaki Gunung Semeru. Tanpa harus naik ke puncak Mahameru pun cantiknya pegunungan bisa dirasakan di Ranu Kumbolo.

20 Agustus 2015

Perjalanan dimulai dari Stasiun Bandung dengan tragedi ketinggalan kereta. Entah kenapa hari itu Bandung macet luar biasa! Kami tiba di stasiun hanya terpaut 5 menit dari jadwal keberangkatan. Akhirnya kami putuskan untuk membeli tiket Bandung – Jogjakarta dan disambung Jogjakarta – Malang di pagi keesokan harinya. Perjalanan menuju Jogjakarta kami habiskan dengan mengobrol dan sesekali tertidur. Mungkin karena terlalu excited dengan trip ini, sampai akhirnya kami ngga pernah bisa tidur nyenyak.

Ditinggal kereta ke Malang, akhirnya kami ke Jogjakarta
Ditinggal kereta ke Malang, akhirnya kami ke Jogjakarta

21 Agustus 2015

Tiba di Jogjakarta sekira jam 3 pagi, sementara kereta menuju Malang baru berangkat jam 8 pagi. Akhirnya kami pun tidur di kursi tunggu dan terbangun saat Stasiun Tugu mulai ramai pengunjung. Sebelum berangkat menuju Malang, kami sempatkan sarapan gudeg dan ayam goreng di sekitar stasiun. Perjalanan menuju Malang ditempuh selama 7 jam. Kami tiba di Malang saat hari menjelang sore. Dari Stasiun Malang, kami naik angkutan kota menuju Jalan Bogor untuk menginap semalam di Wisma MAN 3 Malang sesuai rekomendasi dari penyelenggara open trip. Ngga banyak kegiatan yang kami lakukan di malam pertama di Malang karena kami fokus untuk mempersiapkan stamina sebelum hiking esok pagi.

Hello, Malang...
Hello, Malang…

22 Agustus 2015

Jam 6 pagi, kami bangun dan langsung bersiap-siap. Baju, jaket, minuman, makanan ringan, dan perlengkapan lainnya udah tersusun rapi di dalam carrier sebelah 10 kilo. Jam 7 pagi, kami berkumpul dengan teman-teman yang juga ikut open trip ke Ranu Kumbolo. Ada 2 orang dari Jakarta, sisanya dari beberapa wilayah sekitar Malang. Kami ber-14.

Perjalanan dimulai dari Malang menuju Ranu Pani menggunakan sepeda motor ditempuh selama kurang-lebih 2.5 jam. Hampir mendekati Taman Nasional Bromo Tengger, jalanan makin menanjak dan berkelok-kelok. Rasanya berat sekali untuk menjaga keseimbangan di atas motor sambil menggendong carrier. Tapi alhamdulillah kami selamat. Di beberapa lokasi, saya sempat harus turun dari motor dan berjalan kaki karena jalan yang menanjak dan motor yang harus didorong. Sesampainya di pintu masuk Taman Nasional Bromo Tengger, saya sempat turun dan melihat pemandangan kaldera Gunung Bromo. Pemandangan selama perjalanan dari Malang ke Ranu Pani ngga kalah indah! Udara yang cerah membuat langit tampak biru bersih dan dari kejauhan, saya bisa melihat Puncak Mahameru.

20150822_105328
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
20150822_105125
Di atas kaldera Gunung Bromo
20150822_105923
Pemandangan kaldera Gunung Bromo
20150822_110923
Puncak Mahameru yang terlihat di perjalanan menuju Ranu Pani

Sampai di Ranu Pani tepat jam 12.00 di bawah matahari yang sangat terik. Kami menuju ke pos pendaftaran untuk melakukan briefing bersama para ranger, tim SARdan sesama pendaki. Kami berkali-kali diingatkan secara keras untuk membawa turun semua sampah plastik dan kertas. Sampah yang boleh dibuang ditinggalkan adalah sampah organik. Perjalanan yang sesungguhnya dimulai tepat jam 1.30 menyusuri jalan setapak. Untuk mencapai Ranu Kumbolo, ada 4 pos yang harus dilalui. Jarak dari satu pos ke pos lainnya sangat bervariasi. Normalnya, jarak tempuh dari Ranu Pani ke Ranu Kumbolo adalah 3 sampai 4 jam berjalan kaki. Tapi yang terjadi pada saya adalah sebaliknya. Perjalanan Ranu Pani ke Ranu Kumbolo saya tempuh selama 6.5 jam!

2 jam pertama awal perjalanan adalah yang paling menyiksa karena jantung tidak stabil dan rasa-rasanya saya ingin kembali lagi ke Ranu Pani! Saya paksakan untuk terus berjalan dengan menggendong carrier meskipun sudah ditinggal oleh teman-teman lainnya. Saya hanya berjalan ditemani Mas Vida dan Mas Yusuf, keduanya adalah ketua tim dan ketua rombongan open trip dan 1 orang teman sekelompok yang ‘terjebak’ jadi ikut bersama saya.

20150822_114832
Bersiap menuju pos Ranu Pani
20150822_120116
Briefing bersama tim SAR dan ranger
20150822_133013
‘Kegilaan’ perjalanan ke Ranu Kumbolo dimulai

Makin lama saya berjalan makin pelan, sementara kabut mulai turun dan udara semakin dingin. Di awal perjalanan, saya udah diwanti-wanti bahwa akan ada 1 tanjakan ekstrim dari pos 3 menuju ke pos 4. Setiap berjalan 5 meter, saya pasti berhenti. Duduk, minum, dan lanjut jalan lagi. Ngga terhitung berapa kali saya terpeleset, apalagi setelah matahari terbenam dan berjalan hanya berbekal headlamp dan cahaya bulan. Persediaan air mineral saya mulai menipis, sementara penjual makanan dan minuman di pos 2 dan pos 3 udah pada ngga ada karena hari udah gelap.

Selesai beristirahat di pos 3 sekira jam 6.30 sore. Dan inilah dia waktunya untuk naik merangkak di tanjakkan curam memasuki jalur menuju pos 4. Untuk melewati tanjakkan ekstrim ini, saya dibantu teman-teman dan akhirnya berhasil! Saya kembali berjalan menuju ke pos 4. Rasanya waktu berjalan sangat lambat. Saya udah kelelahan luar biasa! Saya paksakan untuk terus berjalan. Selama berjalan kaki, setiap kali berpapasan dengan sesama pendaki, kami pasti saling menyapa dan saling menyemangati. Kalau saya lagi duduk kepayahan dan bertemu dengan pendaki yang turun, mereka pasti bilang ‘Ayo mbak semangat! Ranu Kumbolo menanti!’

Memandang Puncak Mahameru sambil duduk kelelahan di atas rumput
Memandang Puncak Mahameru sambil duduk kelelahan di atas rumput

Setelah berjalan kaki di jalanan setapak dan melewati longsoran bukit, akhirnya tepat jam 8 malam, saya tiba di pos 4 dan disambut oleh teriakkan suara Austin, “SESAAAAA! IS THAT YOU?!?! I’M SO PROUD OF YOU! YOU MADE IT” Iya, I made it memang. Tapi durasi perjalanan saya ngga normal, 6.5 jam! Setelah kelompok kami lengkap berkumpul di pos 4, perjalanan kami lanjutkan menuruni bukit untuk tiba di camping site tepat di depan danau Ranu Kumbolo.

Rasanya lega dan bahagia begitu akhirnya saya bisa melepas carrier dan berbaring di rerumputan, di bawah bintang-bintang yang bertaburan di langit malam yang sangat cerah. Saking cape-nya, saya sampai ngga kuat untuk menyalakan handphone dan memotret langit yang begitu bagus dengan bulan yang sangat bulat dan terasa dekat. Kedatangan saya ke Ranu Kumbolo disambut dengan udara 0 derajat Celcius dan semakin malam udara semakin rendah hingga mencapai -5 derajat Celcius pada jam 3 sampai jam 5 pagi.

Jam 11 malam, saya masuk tenda. Sakitnya kaki membuat saya menyerah dan memutuskan untuk tidur. Di Ranu Kumbolo dilarang menyalakan api unggun karena rumputnya sangat mudah terbakar. Beberapa waktu yang lalu, rerumputan di Ranu Kumbolo terbakar dan menyebabkan sebagian bukit yang mengililingi danau menjadi hitam.

23 Agustus 2015

Bohong kalau saya bilang saya bisa tidur nyenyak. Setelah masuk ke dalam sleeping bag, suara gemeretuk gigi karena menggigil malah membuat saya terjaga semalaman. Saya baru bisa terpejam jam 6 pagi keesokan harinya disaat orang-orang justru keluar dari tenda. Ngga ingin melewatkan pemandangan pagi hari yang indah, akhirnya setelah tertidur selama 30 menit, saya bangun dan keluar dari tenda. Saya langsung disambut matahari dan embun yang menyelimuti seluruh permukaan danau. Sementara pemandangan di belakang saya pun ngga kalah hebat, Bukit Cinta dan Oro-Oro Ombo dengan latar belakang langit biru bersih. Masya Allah! Betul apa kata orang-orang. Disini indah! Air danau boleh bebas dipakai untuk keperluan minum atau bersih-bersih, dengan SATU SYARAT: Air diambil menggunakan botol. Di area perkemahan juga tersedia toilet darurat, dimana saya menjatuhkan sebuah senter yang tak mungkin diambil lagi.

20150823_061708
Pemandangan saat saya keluar dari tenda. Terbaik ya!
20150823_062008
Embun yang menyelimuti permukaan danau Ranu Kumbolo
20150823_062910
Dari ketinggian 2400 mdpl
20150823_063711_001
Bukit Cinta yang banyak mitosnya
20150823_064254
Untuk mengenang mereka yang pergi di Ranu Kumbolo…

Puas menikmati pemandangan yang cantik, waktunya kami untuk pulang dan kembali ke Ranu Pani. Perjalanan turun kali ini dimulai tepat jam 10.30 pagi. Apa yang saya alami ngga begitu berbeda dengan perjalanan naik. Hanya saja, kali ini kalau berpapasan dengan sesama pendaki yang baru akan naik, saya menyemangati mereka dengan sungguh hati karena saya udah merasakan bahwa perjalanan hiking ini ngga mudah. Setidaknya buat saya.

Jalan kaki dari Ranu Kumbolo menuju pos 4 dan seterusnya terasa lebih ringan karena jalanan yang cenderung turun. Ngga banyak tanjakkan yang harus saya lewati meskipun saya tetap kali berkali-kali terpeleset dan tergelincir di jalanan berpasir dan licin. Di awal perjalanan, saya bertekad untuk memangkas durasi perjalanan dari 6.5 jam menjadi 4 atau 5 jam. Tapi nyatanya, perjalanan turun dari Ranu Kumbolo ke Ranu Pani saya tempuh selama 7 jam! Ya gimana malah nambah lama setengah jam…

Seperti biasa, saya jadi kelompok terakhir yang tiba di Ranu Pani sekira jam 5 sore. Sementara yang lain udah sampai dari jam 3 sore, bahkan temen satu kelompok saya ada yang udah sampai dari jam 2 siang! Sampai di Ranu Pani dengan kondisi super cape dan pakaian super kotor, tapi saya lega. Semua terbayar sepadan. Setelah beristirahat dan makan, jam 6 sore kami melanjutkan perjalanan ke Kota Malang menggunakan sepeda motor yang sama seperti saat berangkat.

Perjalanan pulang ke Malang ini justru terasa lebih berat dan lebih lama. Jalanan yang naik turun dan berkelok-kelok, belum lagi beban carrier yang dibawa penumpang dan jalanan yang gelap, menyebabkan motor harus berjalan perlahan-lahan. Kami tiba di Kota Malang sekira jam 9 malam dan langsung diantar ke penginapan di seberang Universitas Brawijaya.

20150823_065144
Keindahan yang ngga pernah bosan saya lihat
20150823_071647
Embun sisa-sisa suhu -5 derajat Cekcius
20150823_072911
Si teman sarapan

20150823_101726

20150823_101805

24 Agustus 2015

Bangun pagi hari ini kami dikejutkan dengan ‘fenomena’ susah jalan karena kaki kami yang sakit dan kaku. Bahkan untuk turun dari tempat tidur aja kami kesulitan. Bagian ini adalah bagian paling lucu dari perjalanan saya sama Austin! Setelah mandi dan packing, kami pun bersiap pergi ke Stasiun Malang untuk melanjutkan perjalanan pulang menuju Bandung.

20150823_103741
Tanjakan pertama menuju pos 4 di perjalanan pulang
20150823_105556
Ranu Kumbolo dari ketinggian
20150823_123331
Si tanjakkan ekstrim di pos 3
20150823_124922
Berjalan melewati bekas longsoran tanah

20150823_143422

20150823_164133
Pemandangan sesaat sebelum tiba di Ranu Pani
IMG-20150825-WA0002
Until our next trip, Austin!

Hiking Berikutnya: Tahun Depan Saja!

Setelah berhasil menyelesaikan hiking untuk pertama kalinya, rasanya saya akan mau kalau diajak hiking lagi. Ketagihan sih ngga, saya tetap memilih pantai. Tapi ternyata hiking juga punya cerita seru tersendiri. Di tengah-tengah kegagalan saya kuliah ke Inggris tahun ini, ternyata saya justru berhasil melakukan suatu hal baru yang selalu saya hindari, meskipun jalannya berat, rintangannya banyak, dan perjalanannya panjang, saya berhasil.

Ayo tahun depan hiking kemana? ***


Travel Budget Bandung – Malang – Ranu Kumbolo – Malang – Bandung

Kereta Api kelas Ekonomi Bandung – Malang – Bandung

Rp 330.000 return

Hostel di Malang: Wisma MAN 3 Jl. Bogor No. 22 Malang (0341-588048)

Rp 75.000/orang untuk 1 malam, twin bed.

“Budget hostel Wisma MAN 3 Malang ini sangat recommended.  Lokasinya strategis, mudah dijangkau dengan angkot dari Stasiun Malang. Patokannya adalah Taman Makam Pahlawan Untung Suropati. Dekat dengan Jalan Veteran, ke Malang Town Square (Maltos) bisa jalan kaki 10 menit. Di maltos ini lumayan lengkap, ada KFC, Hypermart, mini market, cafe, restoran, dan tempat ngopi a la mall. Wisma MAN 3 ini Bersebelahan dengan mesjid dan suasana hostelnya yang sangat islami. Kamarnya bersih dan toilet letaknya di dalam kamar. AC-nya berfungsi dengan baik. Ada flat TV, jadi bisa istirahat sambil nonton. Walaupun ngga ada koneksi wifi, tapi jaringan sinyal bagus karena lokasi di tengah kota.”

Open Trip Malang – Ranu Kumbolo bersama Panji Kelana Tour

Rp 480.000 include peralatan camping (tenda, sleeping bag, matras, senter, dll),  transportasi Malang – Ranu Pani, makan 2 kali. Exclude kereta dari kota asal ke Malang, personal expenses.

“Panji Kelana Tour ini bisa dijadikan pilihan buat yang mau hiking ke Gunung Semeru atau Gunung Bromo. Orang-orangnya berpengalaman dan yang terutama mereka sangat baik hati. Mereka juga sangat membantu saya dan Austin pada saat mau cari hotel pas malam terakhir di Malang.”

Hostel di Malang: Edotel (Education Hotel) SMKN 2 Jl. Veteran No. 17 Malang (0341-559449)

Rp 150.000/orang Deluxe Room untuk 1 malam, twin bed.

“Kami nginep di hostel ini di malam terakhir. Karena kami baru sampai di kota jam 9 malam, jadi kami harus nginep dulu sebelum pulang ke Bandung. Suasana hostel-nya nyaman, tepat di pinggir Jalan Veteran, jalan besar di Malang. Berhadapan dengan Universitas Brawijaya. Kamarnya bersih, full AC dan TV. Tapi sayangnya ngga ada wifi dan sinyal di lantai 1 sangat jelek. Berhubung ponsel saya harus selalu terkoneksi dengan internet untuk kerja, jadi saya harus ‘nangkring’ di jendela supaya bisa menerima jaringan HSDPA Telkomsel. Tapi secara keseluruhan, direkomendasikan untuk menginap di hostel ini kalau jalan-jalan ke Kota Malang.”

Advertisements

3 thoughts on “13 Jam Berjalan Kaki menuju Ranu Kumbolo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s