Japan Visa: The Essential Sequences

Membuat visa untuk berwisata ke sebuah negara, bisa dibilang cukup merepotkan. Dari mulai mengumpulkan dokumen sampai meluangkan waktu untuk datang ke kantor kedutaan, lumayan menyita energi. Tapi pengalaman membuat visa schengen ternyata membuat saya jauh lebih percaya diri untuk mengurus sendiri semua keperluan aplikasi visa, dibanding memanfaatkan jasa agen perjalanan.

Adalah Nipponkoku, negara matahari terbit di ujung barat Samudera Pasifik yang sedang ‘naik daun’ popularitasnya beberapa tahun terakhir di kalangan para travelers. Setiap bulan, rasanya ada saja satu dua teman saya yang mengunggah foto-foto di bawah guguran bunga sakura atau berpose di Shinjuku Station kala liburan di Jepang.

Sebelum jauh merencanakan untuk jalan-jalan di Tokyo dan menyebrangi Shibuya Crossing, ini dia cara mudah untuk mulai mempersiapkan aplikasi visa ke Jepang.

PERSYARATAN VISA KE JEPANG

PASPOR. Pastikan paspor kamu sudah diperpanjang masa berlakunya. Sekarang, mendaftar untuk memperpanjang masa berlaku paspor bisa dilakukan secara online dan bisa selesai dalam 3 hari. Lumayan bisa menghemat waktu.

PASFOTO TERBARU. Ukuran 4.5 x 4.5 cm yang diambil 6 bulan terakhir. Pastikan latar berwarna putih, tidak buram, wajah terlihat jelas, dan bukan hasil editing.

FORMULIR PERMOHONAN VISA. Formulir ini menggunakan format yang sudah ditentukan oleh Kedutaan Besar Jepang di Indonesia. Pastikan kamu mengunduh versi terbaru dari formulir disini. Isi dengan lengkap dan jelas. Kalau kamu adalah pekerja freelance, tetap cantumkan keterangan di kolom ‘Current Profession’ dan biarkan kolom ‘Name and Address of Employer’ kosong.

FOTOKOPI KTP (Surat Keterangan Domisili). Pastikan KTP kamu masih berlaku dan sudah diperpanjang. Sekarang ini, untuk pemegang E-KTP sudah bisa mendapatkan masa berlaku seumur hidup.

FOTOKOPI KARTU MAHASISWA atau SURAT KETERANGAN BELAJAR. Syarat ini hanya berlaku bagi kamu yang masih berstatus semagai mahasiswa atau pelajar saat berkunjung ke Jepang.

BUKTI PEMESANAN TIKET. Lampirkan bukti pemesanan dan pembayaran tiket pesawat pulang-pergi dan bukti pemesanan hotel tempat kamu menginap. Dokumen ini harus mampu membuktikan tanggal kamu masuk dan keluar dari negara Jepang.

JADWAL PERJALANAN. Lembar jadwal perjalanan ini juga harus menggunakan format yang sudah ditentukan oleh Kedutaan Besar Jepang di Indonesia. Untuk mengunduh, klik disini. Itinerary ini harus mencantumkan secara garis besar, semua kegiatan yang kamu lakukan dana tempat yang kamu kunjungi sejak masuk hingga keluar negara Jepang.

DOKUMEN BIAYA PERJALANAN. Lampirkan fotokopi bukti keuangan berupa fotokopi buku tabungan atau rekening koran selama 3 bulan terakhir. Lengkapi dengan Surat Referensi Bank yang bisa dibuat langsung di bank tempat kamu menabung. Tinggal bilang saja untuk kebutuhan visa Jepang, petugas di bank sudah mengerti apa yang harus mereka kerjakan.

Kalau sudah siap dengan dokumen-dokumen tadi, rapikan secara berurutan dan masukan ke dalam amplop. Datang langsung ke Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Jl. M.H Thamrin No. 24 Jakarta. Lokasinya ngga begitu jauh dari Bundaran HI dan Plaza Indonesia. Tanpa harus membuat jadwal-temu, kamu bisa datang setiap hari kecuali Sabtu – Minggu dan hari libur nasional, mulai jam 8.30 WIB sampai jam 12.00 WIB. Datang sekitar jam 07.00 WIB untuk menghindari antrian yang panjang. Visa akan selesai dalam waktu 3 – 4 hari kerja dan bisa diambil di lokasi yang sama, setiap hari kecuali Sabtu – Minggu dan hari libur nasional, mulai jam 13.30 WIB sampai jam 15.00 WIB. Biaya untuk membuat visa single entry ke Jepang adalah Rp 330.000 dan dibayarkan pada saat pengambilan visa.

Dokumen persyaratan visa tidak boleh di-staples ya, jadi untuk merapikan dan menyatukan kertas-kertas aplikasi, pakai paper clip. Gunakan kertas A4 untuk mencetak semua dokumen, seperti formulir pendaftaran, itinerary, surat jaminan, dan lain-lain. Tempelkan foto di formulir pendaftaran menggunakan lem supaya tidak terlepas. Pastikan semua dokumen dalam keadaan rapi, tidak terlipat dan tidak ditekuk.

sakura-train-1453717-640x480
Sakura Train | Photo: FreeImages

SELAMAT DATANG DI KEDUTAAN BESAR JEPANG DI INDONESIA

Setiap kantor kedutaan memiliki tingkat pengamanan yang berbeda-beda. Di Kedutaan Besar Jepang, saat kamu mengantri untuk membuat visa, pertama-tama isi tas kamu akan diperiksa oleh petugas keamanan yang berjaga di depan gedung, setelah itu kamu akan dipersilakan untuk masuk antrian. Semakin siang, antrian biasanya semakin panjang. Jadi datanglah lebih awal. Jangan lupa persiapkan makanan kecil, air minum, permen, buku, iPod, atau apapun yang bisa mengurangi rasa bosan.

Tepat jam 8.30 WIB, pintu masuk akan dibuka oleh petugas keamanan dan kamu dipersilakan untuk masuk berlima-berlima. Siapkan KTP karena kamu harus menyerahkannya ke petugas untuk ditukarkan dengan kartu pengunjung yang akan kamu bawa masuk. Setelah menyerahkan KTP, silakan masuk ke pintu kedua berwarna biru yang terletak di samping kanan. Di ruangan itu, kamu akan diminta untuk melepaskan tas dan memasukannya ke mesin pemindai dan kemudian berjalanlah melewati body-scanner.

Sekarang, di hadapanmu ada pintu kaca menuju ruang tunggu. Silakan masuk dan ambil nomor antrian A yang berada di samping loket. Perhatikan nomor antrian dan pastikan kamu langsung menuju loket ketika nomor antrianmu dipanggil. Selama berada di ruangan tersebut, kamu boleh memainkan ponsel tapi tidak boleh menerima atau melakukan panggilan telepon dan dilarang memotret.

Pada saat nomor antrianmu sudah dipanggil dan kamu sudah ada di depan loket, maka petugas akan langsung meminta dokumen-dokumen kamu. Keluarkan dari amplop dan tunggu sampai petugas selesai memeriksanya. Tidak ada ketentuan khusus kamu akan ditanya apa karena itu semua tergantung masing-masing petugas. Silakan jawab pertanyaan seperlunya dan tidak usah balik menanyakan apapun kepada petugas. Pertanyaan yang paling sering muncul misalkan:

  • Pergi sama siapa ke Jepang?
  • Untuk keperluan apa ke Jepang?
  • Apakah kamu berangkat sendiri?
  • Akan tinggal berapa lama di Jepang?

Setelah semua dokumen selesai diperiksa dan memenuhi syarat, kemudian petugas akan memberikan formulir tanda terima yang harus kamu isi dan disimpan baik-baik. Petugas akan menginformasikan kapan visa bisa diambil, biasanya 3 – 4 hari kerja. Apa yang terjadi di loket visa ini hanya memakan waktu 5 sampai 10 menit, tidak lebih.

Pada waktu yang telah ditentukan untuk pengambilan visa, datanglah satu jam sebelum pintu dibuka jam 13.30 WIB sampai jam 15.00 WIB. Kamu akan mengulangi langkah-langkah yang sama seperti saat pembuatan visa. Siapkan tanda terima dan uang pas sebesar Rp 330.000 untuk membayar visa. Sangat kecil kemungkinan visa ditolak, meskipun itu adalah hak prerogatif pihak kedutaan. Jika ada dokumen yang kurang lengkap, biasanya kamu akan dihubungi melalui telepon dan diminta untuk melengkapi dokumen sebelum jadwal pengambilan visa.

Selamat! Sekarang kamu sudah bisa berangkat ke Jepang…

HERE GOES YOUR VISA!

visa
Japan Visa | Photo: Gaijinpot

Saat membuat visa, terkadang ada beberapa kekhawatiran yang membuat kita ragu apakah visa kita akan ditolak atau tidak. Saya mengumpulkan beberapa pertanyaan yang sering terlontar saat akan membuat visa ke Jepang. Beberapa diantaranya saya ambil dari website resmi Kedutaan Besar Jepang di Indonesia.

Q: Apakah mengajukan visa Jepang boleh melalui agen perjalanan?

A: Tentu saja boleh. Tapi agen perjalanannya harus yang sudah disetujui oleh pihak kedutaan. Saya sarankan gunakan jasa HIS Travel yang ada di beberapa kota besar di Indonesia.

Q: Kalau punya e-paspor apakah bisa langsung ke Jepang tanpa visa?

A: Nope. Kamu tetap memerlukan visa Jepang walaupun sudah punya e-paspor. Daftarkan dulu e-paspor kamu disini.

Q: Berapa jumlah uang yang harus ada di rekening tabungan?

A: Ada yang bilang minimal harus punya 30 juta, bahkan 50 juta. Tapi semua itu tak benar adanya. Jadi, saldo yang harus tertera di rekening tabungan haruslah mencukupi biaya kebutuhan kamu selama berada di Jepang. Idealnya, kamu di Jepang menghabiskan uang sebanyak Rp 1.500.000 per hari, kalau kamu jalan-jalan di Jepang selama 7 hari, artinya saldo di tabungan kamu harus ada sebanyak Rp 10.050.000. Untuk itu, sangatlah penting untuk menyusun itinerary logis di formulir pada saat pengajuan visa yang sesuai dengan saldo rekening tabungan kamu.

Artinya, janganlah kamu tulis di itinerary kalau kamu akan bepergian ke banyak kota di Jepang dan mengunjungi semua amusement park jika pada fotokopi tabungan kamu hanya ada saldo sebesar Rp 10.050.000. Buatlah itinerary se-ideal mungkin untuk menghindari penolakan visa, meskipun saya yakin rencana perjalanan ini pasti akan berubah pada saat kamu sudah berada di Jepang nantinya.

Q: Saya ngga punya uang sebanyak itu di rekening. Apakah boleh pakai rekening orang tua?

A: Boleh sekali. Kamu diperbolehkan untuk menggunakan rekening milik keluarga, asalkan bisa menyertakan dokumen yang membuktikan hubungan keluarga. Misalnya: Pada saat mengajukan aplikasi visa Jepang, kamu akan menggunakan bukti keuangan fotokopi rekening bank milik Ayah, pastikan bahwa kamu melampirkan juga fotokopi Kartu Keluarga, Akte Kelahiran kamu, serta NPWP dan KTP mililk Ayah. Kalau memungkinkan, bawa juga dokumen aslinya.

Q: Apakah saya harus melampirkan Surat Keterangan Kerja dari perusahaan?

A: Sebetulnya Surat Keterangan Kerja ini bukan persyaratan wajib, hanya untuk menguatkan bukti bahwa kamu akan keluar dari negara Jepang dan tidak akan mencari pekerjaan disana. Kalau memang memungkinkan, buatlah Surat Keterangan Kerja dari perusahaan tempat kamu bekerja dan lampirkan pada saat mengajukan aplikasi visa Jepang.

Q: Tapi saya freelance, ngga mungkin membuat Surat Keterangan Kerja. Gimana dong?

A: Kalau kamu adalah seorang freelancer seperti saya atau masih dalam proses mencari pekerjaan, berarti tak perlu memaksakan diri membuat Surat Keterangan Kerja. Cukup lampirkan bukti pembelian tiket pesawat. Begitu juga jika kamu adalah ibu rumah tangga.

Now all set! You are ready to go! ***

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Shinjuku, Japan | Photo: FreeImages

 

Advertisements

35 thoughts on “Japan Visa: The Essential Sequences

  1. Hai Mba, mau tanya dong. pas apply visa jepang berarti gak melampirkan surat referensi kerja ya? kebetulan saya juga sebagai freelancer nih, takut dibutuhkan surat referensi kerja juga. ditunggu jawabannya ya mba. Thanks

    1. Hello, Dinda :) Waktu apply visa Jepang, saya ngga melampirkan surat referensi kerja. Posisinya emang lagi ngga kerja dan belum mulai kuliah haha! Jadi ya udah deh, bukti keuangannya minjem punya orang tua dan melampirkan akta kelahiran. Semoga membantu yah info-nya…

      1. halo mbak

        kebetulan baru lulus kuliah nih dan masih dlm proses cari kerja

        kemarin baru saja punya epaspor dan sudah mendapatkan visa waiver

        nah bulan nov2016 kebetulan diajak liburan bareng ortu ke jepang

        waktu di bandara jepangnya apakah ada pertanyaan dari petugas imigrasi tentang pekerjaan ?

      2. Kalau misalnya Freelancer kaya saya gini gimana ya, untuk bukti keuangannya sih tetep punya sendiri, tapi gak melampirkan surat referensi kerja. Kira-kira bakal masalah gak ya?

      3. Hai, kalau nama saya d paspor Zamzam tanpa spasi dan semua dokumen lainnya (KTP, Bank Account) Zam Zam itu gak ada masalah ya?

  2. Hai Sheisa, salam kenal.

    Saya dan suami berencana ke Jepang akhir April ini, tapi lagi mikir2, bakal susah apply visa ga ya? Jadi gini, kami udah hampir 2 tahun ini kerja di Bangkok dan awal Maret besok baru akan balik ke Indonesia – kami ada rumah di Bali. Pas udah balik nanti, suami saya berencana nganggur dulu (or maybe freelance) selama beberapa bulan… sementara saya masih akan terus kerja di company yang sama (yang ada di Bangkok ini) tapi kerjanya dari Bali (singkat cerita, kerjaan saya bisa dikerjain online lah). Kami sebelumnya sudah pernah ke Jepang 1 minggu dengan turis visa biasa, Januari 2015 – sebulan sebelum kami pindah ke Bangkok dulu.

    Yang jadi pertanyaan saya, bakal susah ga ya apply visa dengan status suami yang lagi jobless dan status saya yang employment-nya dari company LN? Kalau dulu sih kami memang kerja di Bali, di perusahaan Indonesia juga, jadi lancar2 aja proses aplikasi visanya. Saya lihat Sheisa tulis Surat Keterangan Kerja memang bukan dokumen wajib, tapi apakah betul hanya dengan bukti tiket pesawat PP (dan tabungan tentunya) sudah cukup?

    Thanks in advance for your advice! -Misha

  3. Hai Sheisa, salam kenal.

    Saya dan suami berencana ke Jepang akhir April ini, tapi lagi mikir2, bakal susah apply visa ga ya? Jadi gini, kami udah hampir 2 tahun ini kerja di Bangkok dan awal Maret besok baru akan balik ke Indonesia – kami ada rumah di Bali. Pas udah balik nanti, suami saya berencana nganggur dulu (or maybe freelance) selama beberapa bulan… sementara saya masih akan terus kerja di company yang sama (yang ada di Bangkok ini) tapi kerjanya dari Bali (singkat cerita, kerjaan saya bisa dikerjain online lah). Kami sebelumnya sudah pernah ke Jepang 1 minggu dengan turis visa biasa, Januari 2015 – sebulan sebelum kami pindah ke Bangkok dulu.

    Yang jadi pertanyaan saya, bakal susah ga ya apply visa dengan status suami yang lagi jobless dan status saya yang employment-nya dari company LN? Kalau dulu sih kami memang kerja di Bali, di perusahaan Indonesia juga, jadi lancar2 aja proses aplikasi visanya. Saya lihat Sheisa tulis Surat Keterangan Kerja memang bukan dokumen wajib, tapi apakah betul hanya dengan bukti tiket pesawat PP (dan tabungan tentunya) sudah cukup?

    Thanks in advance for your advice! -Misha

    1. Hello, Mbak Misha. Mohon maaf saya baru sempat balas komentar-nya. Sebelum pergi ke Jepang kemarin, saya sempat cek ke teman-teman yang pernah pergi sebelumnya, dimana mereka adalah pekerja lepas dan tidak memiliki kantor. Betul adanya kalau hanya dengan menggunakan surat keterangan dari bank, sudah cukup untuk mengajukan aplikasi visa Jepang. Pastikan jumlah tabungannya sesuai dengan yang diminta oleh pihak kedubes. Sesuaikan dengan durasi tinggal di Jepang. Bukti pemesanan tiket pesawat dan hotel juga diperlukan, bersama dengan surat dari bank. Semoga membantu ya, Mbak…

  4. Saya pernah berkunjung ke jepang bulan 9 2016 menggunakan epaspor dan visa waive tetapi ketika saya sampai di bandara, saya tidak di izinkan untuk memasuki jepang dengan alasan kurang meyakinkan padahal semua persyaratan lengkap
    -tiket pp
    -booking hotel
    -jadwal perjalanan di jepang.

    Saya waktu itu bersikukuh mengapa saya di tolak dan saya mau protes krn sistem imigrasi jepang kita boleh komplen ke kementrian terkait kenapa saya ditolak krn saya belum pernah sama sekali berkunjung ke jepang dan juga tidak termasuk black list.
    Visa saya visa touris

    Yg jadi pertanyaan saya
    Bisakah saya kembali ke jepang di masa akan datang walaupun saya pernah di cekal?

    1. Halo, Mas Musliadi. Sebetulnya saya ngga punya informasi mengenai kasus yang Mas alami. Sepengetahuan saya, kalau visa ditolak baru bisa apply lagi setelah 6 bulan. Saran saya, supaya lebih menyakinkan, menghubungi kedubes Jepang lewat telepon atau email, mungkin akan jauh lebih membantu. Salam :)

  5. Halo mbak, tanya dong.dulu saya pernah sekolah bahasa di jepang. Dan saya juga kerpa paruh waktu disana, tapi saya gak pernah bayar bajak dan tagihan hp saya yg terakhir blm saya bayar. Apakah ini akan berpengaruh di tolaknya visa?

  6. Pagi mba,,mba mau tanya,Apa betul kalo visa jepang data2nya semua sudah diterima kedutaan tandanya sudah pasti visa kita diterima ? Terima Kasih

    1. Halo. Jika ada dokumen yang kurang/ penambahan data/ visanya ditolak, kedutaan Jepang akan nelpon atau kirim email untuk kasih tau. Kalau ngga ada kabar apapun, artinya visa-nya bisa langsung diambil sesuai jadwal.

  7. mbak sheisa
    aku mau tanya nih, kami pergi bertiga (saya, istri, anak)
    boleh kah saya mewakili (istri,anak) mengurus visa nya?
    mhn infonya

  8. Mbak mau tanya ni..kla saya dlk dah pernah kejepang jdi khensusei/training 3thun pulng thun 2012..n pgen bikin e paspor..buat wisata..kejepang..n pgeny berangkat sdrik..tanpa agen tour..apakh dibandara jepangy lebih dipersulit masuky kl wisata sndrik tanpa agen tour..trimakasih

  9. Halo, mau tanya, berarti kalau freelancer tulis di form pengajuannya profesi freelancer dan address of employernya dibiarkan kosong saja?

  10. Hallo mba,
    semoga sehat selalu. saya WN indonesia yang sedang study di prancis dan memiliki visa schengen dan sudah memiliki titre de sejour (semacam KTP sementaranya untuk WN Asing yang tinggal di prancis.
    apakah saya memerlukan visa untuk masuk ke jepang?
    terima kasih mba 🙂

  11. Hallo Mba Sheisa,
    Bulan ini saya akan mengajukan visa kunjungan sementara wisata.
    Untuk bukti keuangan apakah harus dengan melampirkan surat referensi dari bank ? atau foto copy buku tabungan saja sudah cukup ?

    Thanks.

      1. Ahhh I see… Ok mba. terima kasih untuk infonya.
        Nah, rencana saya akan stay di tempat teman saya yang sedang bekerja di jepang. Apakah dengan menulis alamat, nama lengkap dan no tlp di form applicant saja sudah cukup or ada document lain yang harus saya lampirkan ?

  12. Hallo Mba, kemarin saya minta surat referensi dari bank bca katanya minimal tabungan aku harus 50 juta. Sedangkan untuk bikin visa kn nggak harus punya tabungan sebanyak itu kan ? Kebetulan saya bekerja di perusahaan jepang dan di website kedubes jepang tertulis Bagi yang termasuk dalam kategori berikut, maka Pemohon maupun anggota keluarga (suami/istri dan anak) tidak perlu melampirkan bukti keuangan. “Pemohon adalah karyawan dari perusahaan joint venture Indonesia – Jepang, atau anak perusahaan Jepang, atau cabang dari perusahaan Jepang.”

    Untuk Itinerary nanti saya akan stay di tempat teman saya apakah itu nanti termasuk visa kunjungan teman or bisa visa kunjungan wisata ? karena kalau visa kunjungan teman nanti persyaratany akan sedikit berbeda.

    1. Helo, Mbak Lisa. Sepertinya, kalau melihat rencana yang Mbak sampaikan, visa akan lebih cocok pakai visa kunjungan teman, karena kalau menggunakan visa wisata, Mbak Lisa harus melampirkan print out booking hotel. Semoga lancar ya Mbak persiapan bikin visa-nya :) Mohon maaf kalau saya ngga bisa membantu banyak…

  13. Hai mbak sesha, mau nanya. Kira2 masa tunggu terbit visa berapa hari atau berapa bulan jika semua perstaratan usah ok. Terimskasih.

  14. Halo mbak Sheisa, apakah dokumen akta kelahiran diperlukan saat apply visa jepang? Dan bagaimana kalau bank hanya mau mengeluarkan surat referensi apabila saldo rekening kita minimal 50 juta, mohon infonya ya :)

    1. Helo, Sekar. Akta kelahiran hanya diperlukan jika rekening yang kita pakai adalah milik keluarga (Ayah, Ibu, atau saudara kandung) untuk membuktikan hubungan relasi. Mohon maaf saya ngga punya informasi valid tentang saldo rekening yang kurang dari 50 juta. Mungkin ada baiknya jika ditanyakan langsung pada pihak kedutaan Jepang. :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s