A Day in Hogsmeade Village

“They make a fuss about Hogsmeade, but I assure you, Harry, it’s not all it’s cracked up to be. All right, the sweetshop’s rather good, and Zonko’s Joke Shop’s frankly dangerous, and yes, the Shrieking Shack is always worth a visit, but really, Harry, apart from that, you’re not missing anything.”

 

Osaka, 16 April 2016

Jam baru menunjukkan pukul 6 pagi tapi saya begitu antusias hari ini karena akan berangkat ke Universal Studios Japan. Tujuannya memang hanya satu: The Wizarding World of Harry Potter. Rasanya seolah-olah saya betul akan berangkat ke Hogwarts!

Ngga perlu waktu lama buat saya untuk bersiap-siap dan segera packing. Kebetulan pagi itu hampir semua penghuni hostel masih tertidur lelap. Jam 8.30 pagi, saya sudah di ruang-tengah bersiap untuk check out. Setelah selesai sarapan, saya pamit dan bergegas menuju Imazato Subway Station. Osaka pagi itu sangat cerah dan matahari lumayan terik. I have a good feeling that today is gonna be a great day!

20160416_090151
Di perjalanan menuju Imazato Station, Osaka

Jarak dari Imazato Station ke Universal City Station ditempuh selama kurang-lebih 45 menit menggunakan kereta api bawah tanah dengan jadwal yang tepat waktu. Setelah transfer di dua stasiun, akhirnya saya sampai juga di Universal City Station tepat jam 10 pagi. Suasana sudah lumayan riuh, banyak orang memasuki kawasan Universal City karena di jam ini adalah waktu dimana pengunjung mulai berdatangan. Setelah keluar dari stasiun, saya langsung berjalan menuju pintu masuk melewati jejeran restoran dan hotel-hotel mewah. Antrian belum terlalu panjang dan saya hanya memerlukan waktu 15 menit untuk bisa masuk ke Universal Studios Japan.

20160416_095822
Universal City Station, Osaka
DSCN1115
Melewati berbagai restoran dan pertokoan di Universal City
DSCN1120
Selamat datang di Universal Studios Japan
20160416_174755
The Universal Globe
DSCN1125
Suasana ramai di pintu masuk Universal Studios Japan

Berbekal peta yang saya ambil setelah gate ticketing, saya langsung berjalan mencari area The Wizarding World of Harry Potter. Berhubung letaknya paling ujung, jadi saya harus berjalan lumayan jauh dan melewati beberapa attractions lainnya seperti Jaws dan Universal Wonderland Area yang warna-warni dan banyak anak kecil. Ketika saya menemukan sebuah area yang dipenuhi ornamen bebatuan, saat itulah saya tau kalau saya sudah sampai di tempat yang saya tuju.

Karena begitu banyak pengunjung yang ingin masuk ke Harry Potter, maka pintu masuknya hanya dibuka setiap 10 menit dan saya diharuskan untuk menukarkan tiket Universal Studios Japan (USJ) yang saya pegang, dengan tiket one-timed entry yang telah ditentukan jam-nya. Lokasi penukaran tiket-nya ngga jauh dari pintu masuk area The Wizarding World of Harry Potter. Ada banyak mesin serupa mesin ATM untuk mengambil tiket one-timed entry. Saya dibantu oleh seorang staf untuk menggunakan mesin touch-screen tersebut, memindai tiket USJ, dan memilih jam-nya.

Karena tidak ingin terlambat sedikit pun, saya memutuskan untuk menunggu di dekat pintu masuk sambil memerhatikan orang yang lalu lalang. Banyak sekali anak-anak dan remaja yang memakai jubah Harry Potter, lengkap dengan tongkat ajaib ala Hermione Granger. Setelah menunggu hampir 40 menit, akhirnya saya diperbolehkan masuk ke area Harry Potter tepat jam 11.30 siang. Udara hangat Osaka membuat saya tambah bersemangat untuk berlama-lama di USJ.

The Hogwarts Castle
The Hogwarts Castle
Hogwarts Express
Hogwarts Express
DSCN1186.JPG
Bentuk tiket one-timed entry Harry Potter
YDXJ0228.jpg
The Wizarding World of Harry Potter waiting area
DSCN1178.JPG
Little Harry and Hermione

Masuk ke area Harry Potter, saya bersama puluhan orang lainnya disambut jejeran pepohonan pinus di kiri dan kanan jalan, lengkap dengan backsound yang khas. Suasananya persis seperti yang digambarkan di buku dan film. Ada satu sudut dimana saya menemukan The Flying Car warna biru muda ‘menubruk’ pepohonan. Ini adalah mobil yang dipakai Harry Potter dan Ron Weasley untuk pergi ke Hogwarts di film Harry Potter and the Chamber of Secrets. Karena saya pergi sendirian, jadi saya meminta tolong ke sesama pengunjung untuk bisa berfoto di depan Flying Ford Anglia ini. FYI, mobil ini mengeluarkan bunyi mesin dan lampunya berkedip-kedip, lho!

Sesampainya di pintu gerbang Hogsmeade, saya segera menuju wahana Harry Potter and the Forbidden Journey 4K3D yang paling banyak peminatnya. Bahkan estimasi antriannya adalah 120 menit! Saya masuk antrian jam 11.45 dan baru bisa masuk ke wahana di jam 13.30 setelah melewati antrian yang sangat panjang dan berbelok-belok. Kaki pegal dan bosan akhirnya terbayar dengan kecanggihan dan kehebatan wahana ini! Bener deh, ini super-canggih! Selama 5 menit, saya duduk di atas kursi berpengaman, mengenakan kacamata 3-dimensi, dan diajak naik-turun ‘naik’ sapu terbang mengelilingi Hutan Terlarang, bertemu Hagrid, dihadang para Dementor, disemprot api oleh naga-naga, melewati Pohon Dedalu Raksasa, mengejar Snitch di lapangan Quidditch, dan diserang laba-laba Aragog. Semua hal yang saya lihat melalui kacamata 3D merupakan potongan-potongan scene dari film-film Harry Potter. Kerennya lagi, saya bisa menikmati permainan ini DUA KALI karena saya single-rider. Ah, the best!

Selesai dari wahana Harry Potter and the Forbidden Journey 4K3D, saya langsung mencari penjual Butterbeer yang iconic itu, lokasinya ada di sekitaran Hog’s Head dan di The Three Broomsticks. Ada 2 pilihan gelas yang bisa dibeli: Plastic Cup ¥600 dan Merchandise Cup ¥1100, sedangkan untuk frozen Butterbeer (vanilla ice cream) tinggal ditambah ¥100. Nah, karena saya berencana untuk tidak membeli merchandise Harry Potter, jadi saya membeli frozen Butterbeer dalam Merchandise Cup supaya gelasnya bisa saya bawa pulang. Seolah tidak mau kehilangan momen, saya pun menyempatkan diri untuk memfoto mug-nya di depan kastil Hogwarts. Oh iya, Butterbeer ini non-alkohol ya dan rasanya seperti rootbeer. Manis dan langsung  habiskan saat masih dingin.

20160416_120545.jpg
Antrian berliku-liku ke Harry Potter and the Forbiden Journey
DSCN1195.JPG
The Flying Ford Anglia
DSCN1204.JPG
Welcome to Hogsmeade
20160416_135453.jpg
Ini dia tempat membeli Butterbeer
IMG_20160416_140133.jpg
The Frozen Butterbeer

Sambil menikmati segelas Butterbeer dan makan sebungkus onigiri yang dibeli di Lawson tadi pagi, saya duduk santai di sebuah hall yang lumayan besar bersama banyak pengunjung lainnya. Saya juga sempat mengisi penuh tumblr yang saya bawa dengan air dingin dari keran. Waktu lagi duduk santai, tiba-tiba ada 5 orang staf Harry Potter USJ yang datang ke hall bersama seekor burung hantu. Iya, burung hantu yang ada di film! Walaupun bulunya tidak se-putih Hedwig, tapi kehadiran owl ini semakin memperkuat suasana Hogwarts yang ada di buku.

Setelah hampir 20 menit saya istirahat, sekarang waktunya untuk kembali mencoba wahana lain yang ada di Harry Potter: FLIGHT OF THE HIPPOGRIF! Kali ini, saya ngga perlu mengantri cukup lama untuk bisa naik roller-coaster menyerupai karakter Buckbeak yang terletak di halaman rumah Professor Hagrid. Asli, rumah Professor Hagrid!  Sambil berjalan pelan di dalam antrian, saya melewati halaman rumah-batu sama persis dengan yang ada di film, lengkap dengan tumpukan labu kuning raksasa, kapak, dan motor besar yang dipakai Professor Hagrid saat menjemput Harry Potter di Privet Drive.

Mengikuti ketentuan dari staf USJ, karena saya berhijab, maka saya diharuskan untuk mengaitkan kain hijab ke kerah baju, penjepitnya disediakan oleh mereka. Sebetulnya saya kurang paham juga fungsinya apa, mungkin mereka khawatir hijab saya akan terlepas saat naik-turun di atas roller-coaster. Karena merasa ngga terganggu, saya sih santai aja mengikuti peraturan dari petugas. Flight of the Hippogrif ini berlangsung 3 menit dan hanya satu putaran, tapi lumayan bisa puas teriak-teriak dan melihat Osaka dari ketinggian selama beberapa detik. Wajib dicoba, permainannya seru.

20160416_133726.jpg
Buckbeak
Hagrid, are you there?
Hagrid, are you there?
Ingat kan dengan adegan saat  Harry dan Hermione berusaha menyelamatkan Buckbeak supaya tidak jadi dibunuh?
Ingat ‘kan dengan adegan saat Harry dan Hermione berusaha menyelamatkan Buckbeak supaya tidak jadi dibunuh?
The Triwizard Spirit Rally: Gryfindor, Ravenclaw, Slytherin, Hufflepuff
The Triwizard Spirit Rally: Gryfindor, Ravenclaw, Slytherin, Hufflepuff
Beauxbatons vs Durmstrang yang ada di Harry Potter and the Goblet of Fire
Beauxbatons vs Durmstrang yang ada di Harry Potter and the Goblet of Fire

Semakin sore, area Harry Potter ini semakin penuh. Saya beruntung karena sudah masuk sejak pagi. Sebelum saya masuk ke toko-toko yang ada di Hogsmeade, saya sempatkan dulu mengunjungi Olivanders, toko kecil yang menjual tongkat sihir. Sebelum bisa masuk dan melihat-lihat koleksi tongkat sihir-nya, saya disambut dengan pertunjukkan drama pendek, lengkap dengan karakter Garrick Olivander yang wajahnya tua berkeriput dan rambutnya yang putih acak-acakan. Dia mengajak salah satu pengunjung untuk mempraktekan ‘sihir’, sama persis dengan adegan saat pertama kali Harry Potter mendapatkan tongkat sihir-nya.

Setelah pertunjukkan yang berlangsung 5 menit ini selesai, saya kemudian masuk ke sebuah ruangan yang lumayan besar tempat dimana saya menemukan banyak merchandise berupa tingkat sihir yang dijual seharga ¥4.500. Koleksinya sangat lengkap, mulai dari tongkat sihir milik Ron Weasley, Dumbledore, Draco Malfoy, Mad-eye Moody, Bellatrix Lestrange, sampai Luna Lovegood pun ada di toko Olivanders ini. Berhubung harganya mahal, saya cukup puas hanya melihat-lihat semua koleksi tongkat sihir-nya. Kemudian perjalanan saya pun dilanjutkan dengan mendatangi toko-toko lain yang ada di Hogsmeade.

Tumpukan tongkat sihir Olivanders
Tumpukan tongkat sihir Olivanders
Koleksi tongkat sihir Olivanders
Koleksi tongkat sihir Olivanders
Tongkat sihir Bellatrix Lestrange
Tongkat sihir Bellatrix Lestrange
Suasana tua dan berdebu di toko Olivanders
Suasana tua dan berdebu di toko Olivanders
Detail nama-nama kayu tongkat sihir
Detail nama-nama kayu tongkat sihir Olivanders

Perjalanan saya di Hogsmeade berlanjut ke Honeydukes dan Zonko’s. Honeydukes adalah toko permen dan coklat yang terkenal dengan jenis-jenisnya yang unik seperti Coklat Kodok, Kacang Segala Rasa, Coklat Tongkat Sihir, sampai Jus Labu, dijual disini. Suasananya ceria dan menyenangkan dengan banyak hiasan warna warni di semua sudut. Harga permen dan coklat yang  dijual di Honeydukes berkisar antara ¥1.000 sampai ¥2.000. Lalu di ujung toko, ada Zonko’s Joke Shop! Toko mainan buatan George dan Fred Weasley ini menjual barang-barang unik seperti yang ada di novel Harry Potter, seperti Extendable Ears.

Permen-permen di Honeydukes
Permen-permen di Honeydukes
Coklat Kodok Honeydukes
Coklat Kodok Honeydukes
Bertie Bott's Kacang Segala Rasa
Bertie Bott’s Kacang Segala Rasa
20160416_152318
ZONKO’S
Mainan aneh di Zonko's
Mainan aneh di Zonko’s

Puas berkeliling di Honeydukes dan Zonko’s, saya pun kembali mendatangi toko-toko lain di Hogsmeade Village. Ada Owl Post & Owlery, Dervish and Banges, Gladrags Wizardwear, dan Flich’s Emporium. Di setiap toko, saya menemukan banyak merchandise Harry Potter yang keren-keren seperti jubah, scarf, t-shirt, boneka Hedwig, gelas, tongkat pemukul Bludger, bola Quaffle, bahkan sapu terbang Nimbus 2001 dan Firebolt pun dijual seharga ¥65.000! Betul-betul surga buat penggemar Harry Potter seperti saya. Walaupun ngga belanja, tapi saya sangat menikmati melihat semua barang-barang yang dijual di setiap toko. Penampakannya sangat mirip dengan yang saya baca di buku dan saya tonton di film-nya. Ada tanaman Mandrake dan The Monster Book of Monster, pula… Kedua bunyi dan bergerak seperti yang digambarkan dalam buku. Bahkan sosok Myrtle Merana pun ‘muncul’ dalam bentuk suara di toilet perempuan! All the details in the book are come to live and it’s an amazing thing happen!

Ngga terasa sudah hampir seharian saya bermain-main di Hogsmeade Village. Karena malam itu saya harus kembali ke Tokyo, maka tepat jam 5 sore saya pun meninggalkan Osaka. Saya udah ngga peduli dengan wahana lain di USJ karena saya datang hanya untuk main di The Wizarding World of Harry Potter. Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit menuju Shin-Osaka Station, saya pun naik Shinkansen Kodama jam 18.45 menuju Tokyo. Di perjalanan pulang, saya masih senyum-senyum kegirangan karena begitu bahagia bisa melihat Hogwarts Castle dari dekat. ***

20160416_145436.jpg
Toilet tempat saya ‘bertemu’ Myrtle Merana
20160416_170156.jpg
Hogsmeade Station
20160416_154555.jpg
Piala dan buku-buku Hogwarts
YDXJ0247.jpg
Hogsmeade sore hari
YDXJ0245.jpg
Toko-toko di Hogsmeade

THE BUDGET

One-day Pass Universal Studios Japan | ¥8.787

Butterbeer | ¥1.200

Imazato Guest House (1-night) | ¥3.000

Subway Train | ¥800

Food Supply | ¥2.000

Shinkansen | Free with JR Pass

TOTAL | ¥15.787

 

 

 

Advertisements

2 thoughts on “A Day in Hogsmeade Village

  1. sheisaaa seru sekaliiii .. aku suka baca tulisan sheisaa, “idup” bangeet berasa aku ikuuut ..
    doain aku segera kesana yaaaaa ❤️

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s