Beasiswa LPDP: Karena cita-cita harus diperjuangkan

dscn3755
University of Glasgow

Sejak pertama kali dibuka pendaftarannya tahun 2013, beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang diinisiasi Kementerian Keuangan Indonesia, sudah mencetak ribuan alumni dari universitas-universitas ternama di dalam dan luar negeri. Setiap tahun, jumlah pendaftarnya semakin bertambah. Kalau search di Google dengan kata kunci ‘Beasiswa LPDP’ pasti langsung banyak ditemukan berbagai tips dan pengalaman tentang mendapatkan beasiswa ini. Setelah melewati banyak kegagalan selama 5 tahun terakhir, semoga pengalaman saya saat mendaftar beasiswa LPDP batch II tahun 2016 lalu, bisa sedikit mencerahkan bagi siapapun yang membutuhkan. Pendaftaran beasiswa LPDP tahun 2017 sudah kembali dengan sedikit perubahan seperti di poster berikut ini:

img_0039

  1. Semua informasi mengenai LPDP bisa ditemukan di website resmi www.lpdp.kemenkeu.go.id dan download bookletnya disini. Informasinya lengkap, yang diperlukan hanya ketelitian untuk membaca.
  2. Luangkan waktu untuk melengkapi semua dokumen-dokumen persyaratan pendaftaran LPDP. Ini sangat penting mengingat proses seleksi tahap awal akan dinilai berdasarkan kelengkapan dokumen apakah sudah sesuai persyaratan atau tidak. Mengurus SKCK dan Surat Keterangan bebas TBC dari RSUP adalah 2 hal yang paling menyita waktu, anyway
  3. Usahakan udah menemukan kampus tujuan dan menyelesaikan urusan administrasi jauh sebelum mendaftar LPDP. Juga pastikan udah punya Letter of Acceptance (LoA) Unconditional dan skor IELTS sesuai standar minimal.
  4. Mempersiapkan 2 essay dan 1 rencana studi yang harus di-submit saat melakukan pendaftaran.
  5. Untuk pendaftar yang akan melanjutkan kuliah S2, batas maksimal usia adalah 35 tahun. Jadi kalau kamu adalah mahasiswa angkatan 2005 seperti saya, segeralah! Kita berkejaran dengan usia! :’D
  6. Jika sudah siap dengan semua persyaratan, segera upload di laman www.beasiswa.lpdp.kemenkeu.go.id. Semua proses pendaftaran dilakukan secara online.
  7. Ini merupakan seleksi tahap awal yang disebut Seleksi Administrasi. Kita akan dinilai berdasarkan kelengkapan dokumen yang di-submit.
  8. Kalau dinyatakan lolos Seleksi Administrasi, LPDP akan mengirimkan email pemberitahuan beserta jadwal untuk melanjutkan tahap berikutnya yakni Online Assesment. Untuk tahap seleksi Online Assesment baru akan diterapkan mulai tahun 2017.

Jikalau dibutuhkan, silakan unduh essay yang saya pakai untuk mendaftar LPDP sebagai referensi:

Essay LPDP_Kontribusi untuk Indonesia

Essay LPDP_Sukses Terbesar dalam Hidupku

Essay LPDP_Rencana Studi

***

Butuh waktu hampir 3 bulan bagi saya untuk mempersiapkan dokumen-dokumen persyaratan mendaftar beasiswa LPDP. Sementara proses pendaftaran ke universitas, udah saya lakukan sejak Agustus 2015 dan Letter of Acceptance Unconditional dari University of Glasgow saya dapatkan di bulan September 2015. Perjalanan yang lumayan panjang sampai akhirnya saya mendaftar LPDP di pertengahan April 2016. Saya dinyatakan lulus Seleksi Administrasi di akhir bulan yang sama.

Tahap berikutnya yang saya jalani adalah Seleksi Substansif berupa On the Spot Essay Writing, Leaderless Group Discusion (LGD), dan Interview. Ketiganya dilakukan dalam bahasa Inggris dan berdasarkan jadwal yang diberikan oleh LPDP, bisa terbagi menjadi beberapa hari atau bisa jadi dilakukan seharian di waktu yang sama. Seperti pengalaman saya kemarin, semua tes tersebut saya lakukan di hari yang sama, mulai dari jam 8 pagi sampai jam 3 sore. Jangan lupa juga untuk menyiapkan semua bentuk hardcopy dokumen-dokumen persyaratan pendaftaran yang harus dibawa saat Seleksi Substantif.

On the Spot Essay Writing

Ini adalah tes menulis serupa dengan writing test IELTS dimana kita akan diberikan tema tertentu kemudian dikembangkan menjadi sebuah essay pendek. Poin penilaiannya adalah sebagai berikut:

  • Kemampuan menuangkan ide dalam bentuk tulisan
  • Kesesuaian isi tulisan dengan tema
  • Tata bahasa Inggris (grammar)

Banyak-banyaklah latihan menulis bahasa Inggris dengan tema tulisan yang diambil dari berita-berita terhangat. Tak melulu berita luar negeri, terkadang berita dalam negeri pun bisa jadi soal. Bisa dari bidang pendidikan, sosial, politik, ekonomi, bahkan kriminal. Topik yang saya dapatkan saat tes menulis essay LPDP batch II 2016 adalah (kurang-lebih) seperti ini:

  1. National Exam is the only way to measure the quality of education in Indonesia
  2. Pertanyaan kedua saya lupa, tapi berkaitan dengan ekonomi dan perikanan

Saya memilih topik pertama karena saya merasa memiliki informasi yang cukup untuk dikembangkan ke dalam tulisan. Saya menulis sebanyak 3 paragraf di selembar kertas A4 yang telah diberi identitas. Waktu yang diberikan untuk melakukan test ini selama 20 menit.

Leaderless Group Discussion (LGD)

Pada dasarnya ini adalah diskusi kelompok dengan tema yang sudah dipilih oleh tim penilai. Buat saya pribadi, forum diskusi ini misterius karena tak ada pemimpinnya. Saat sudah duduk di ruangan bersama teman-teman sekelompok yang terdiri dari 8 orang, harus ada yang seara sukarela mengajukan diri sebagai moderator untuk mengatur jalannya diskusi dan notulen yang merangkum hasil diskusi. Tipe orang pemerhati seperti saya, kadang seolah ‘tersisihkan’ karena akan membaca situasi dulu sebelum berkomentar. Jadi sebisa mungkin berikan argumen yang sesuai dengan arahan.

Durasi LGD ini hanya 20 menit dan setiap anggota kelompok wajib mengemukakan pendapat minimal 1 kali. Kita akan diberi waktu kurang dari 5 menit untuk membaca sebuah berita yang dipilih oleh tim peniliai, kemudian pertanyaan dari berita tersebut didiskusikan dan dijawab bersama-sama dengan anggota yang lain. Tujuan dari LGD ini adalah untuk menilai karakter seseorang dalam mengemukakan pendapat. Oleh karena itu, tim penilainya pun adalah psikolog. Pasti pernah kan menemukan orang yang ngga mau kalah saat adu argumen dalam meeting

Topik LGD yang saya dapatkan saat itu adalah tentang peredaran narkoba di kalangan Pegawai Negeri Sipil. Sebelum diskusi dimulai, kami diharuskan membaca sebuah berita yang tersedia di atas meja. Di akhir berita, terdapat sebuah pertanyaan yang harus dijawab:

  1. Bagaimana pendapat Anda mengenai PNS yang terlibat kasus narkoba?
  2. Apakah langkah yang dilakukan oleh pemerintah sudah tepat?
  3. Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah PNS yang menggunakan narkoba?

Sebelum mulai berpendapat, pikirkan dulu baik-baik apa yang akan diutarakan di hadapan teman-teman. Pastikan juga pendapat kita mampu menjawab pertanyaannya dan tidak bertele-tele. To the point dan percaya diri. Jangan terkecoh dan merasa terintimidasi dengan jawaban dari teman-teman yang lain.

Interview

Kamu akan berhadapan dengan 3 orang dosen dan professor dari bidang ilmu yang disesuaikan dengan jurusan pilihan saat mendaftar LPDP. Kamu dan mereka akan melakukan tanya-jawab selama kurang lebih 30 – 40 menit menggunakan bahasa Inggris. Pertanyaan yang diajukan gampang-gampang-susah, seperti misalnya

“Apa yang akan kamu kerjakan setelah lulus dan kembali ke Indonesia?”

“Kesulitan apa yang pernah kamu alami waktu dulu bekerja dan bagaimana kamu menemukan solusinya?”

“Kenapa pilih kuliah di UK? Ngga mau ke Amerika? Atau di UI juga bagus kan…”

Selain itu, ada juga pertanyaan nyeleneh macam “Nanti kalau ada bule ngajakin nikah disana dan kamu ngga jadi pulang ke Indonesia, terus gimana?” Hmmm… Gimana ya? Ingat, ini adalah pertanyaan ‘jebakan’ untuk mencari tau apakah kamu memahami persyaratan LPDP dan menilai konsistensi jawaban. Oh ya, jangan dijawab ‘ngga apa-apa’ ya karena akan jadi ‘apa-apa’ nantinya. Bisa-bisa kamu ngga lulus seleksi karena persyaratan beasiswa LPDP mengharuskan kamu langsung pulang setelah lulus. Urusan ada yang ngajakin nikah mah belakangan… Percaya kan kalau jodoh ngga akan kemana-mana?

Selama wawancara berlangsung, jangan lupa selalu tersenyum wajar dan melakukan kontak mata dengan pewawancara. Persiapkan catatan kemungkinan-kemungkinan pertanyaan beserta jawabannya. Santai saat duduk berhadapan dengan dosen-dosen pewawancara, dan sampaikan dengan lugas. Jangan lupa juga untuk menyiapkan jawaban-jawaban realistis untuk menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan rencana setelah kembali ke Indonesia. Gali lebih dalam tentang potensi pribadi yang sekiranya memiliki manfaat untuk kehidupan sosial. Ceritakan tentang hobi dan kegiatan sehari-hari, jika diminta. Jawab semua pertanyaan dengan suara yang lembut namun tegas dan bisa didengar dengan jelas. Pada intinya, percaya diri berperan sangat penting saat wawancara berlangsung.

Terakhir, jikalau segala usaha sudah dilakukan dengan maksimal, kita tinggal berserah atas ketetapan Allah S.W.T dan memohon untuk hasil yang terbaik.

Good luck untuk yang akan mendaftar LPDP! ***

Advertisements

24 thoughts on “Beasiswa LPDP: Karena cita-cita harus diperjuangkan

  1. Maaf mbak, untuk 3 esai pas pendaftaran setau saya bisa pakai bahasa Indonesia walau apply ke univ luar negeri ☺

  2. Untuk LGD dan interview kalo mau kuliah luar negri pake bahasa apa mbak? ada semacam surat rekomendasi gitu nggak mbak pas seleksi administrasi?

    1. Halo, Fara. Untuk LGD dan interview tes LPDP buat tujuan univ. luar negeri, pakai bahasa Inggris. Iya, pas seleksi administrasi salah satu syaratnya harus punya surat rekomendasi, ada format khusus dari LPDP-nya :)

  3. Halo Sheisa, saya bermaksud daftar beasiswa LPDP tahun ini dan diprosesnya disebutkan bahwa setelh seleksi adminitrasi akan ada seleksi assesment online, mind to hare assesment online itu seperti apa? tku in advance

    1. Hello, salam kenal. Online Assesment serupa tes pengetahuan & psikologi yang dilakukan online. Jujur saya belum punya informasi yang lebih detail karena online assesment ini baru pertama kali dilakukan LPDP tahun ini. Saya pernah ikutan online assesment waktu mau tes kerja, dimana saya harus jawab soal-soal pilihan ganda tentang manajerial perusahaan. Sepertinya tes LPDP pun akan seperti itu kurang lebih.

      Saya bakalan bantu cari tau tentang ini. I’ll let you know if I find something useful for you :)

  4. halo kak… minta sarannya dong kak… saya sudah yakin daftar lpdp LN ke UK tahun ini, tapi setelah mencari tau lebih lanjut untuk biaya-biaya pengurusan yang reimbursement seperti visa, pendaftaran univ, dll bahkan ada pembayaran IHS, sertifikat bebas TBC di rumah sakit tertentu (Jakarta, Tangerang, Surabaya, Bali) yang jauh dari domisili saya dan itu semua ditanggung sendiri terasa berat. Memang kalau kita bisa lolos beasiswa dan dapat LOA semua biaya kelihatan wajar, karena untuk mendapatkan sesuatu harus ada pengorbanan,, namun saya sudah tidak ingin membebani orang tua, saya hitung-hitung di awal kalau lolos beasiswa saya membutuhkan kurang lebih 20juta-an.
    saya hanya bingung kepada siapa meminta saran, di dalam hati saya ingin dan yakin untuk mendaftar, tapi setelah berpikir realistis melihat keadaan keluarga saya, saya menjadi ragu dan istilah gaulnya galau tingkat dewa… sementara beasiswa afirmasi mempunyai syarat bahwa pendaftar hanya boleh mendaftar dg jarak 2 tahun dari tahun kelulusan (Saya lulus 2016). sekian kak,, terima kasih jika kakak mau membagi saran dan pemikirannya pada saya….

  5. mba, saya mau tanya beasiswa LPDP itu kan mengcover biaya hidup juga, apakah kita perlu merincikan biaya hidup selama kuliah di kampus luar negri pada saat mendaftar LPDP. dan bagaimana sistem pendidikan di UK apakah mudah atau susah di ikuti.

    1. Halo, Mas Roby. Iya betul, komponen biaya-nya termasuk biaya hidup. Pada saat mendaftar LPDP, kita ngga perlu merincikan biaya hidup selama di UK, yang perlu dirincikan hanya rencana perkuliahan aja. Sistem pendidikan di UK, menurut pengalaman saya setelah 2 semester, semuanya bertumpu pada kemampuan mahasiswa untuk diskusi dan debat. Rajin-rajin banyak baca buku dan jurnal ilmiah juga ngebantu banget karena semua diskusi seminar di kelas, materinya dari buku dan jurnal. Buat saya sih di awal-awal susah banget banget haha! Tapi lama-kelamaan terbiasa juga. Mungkin karena cuma setahun Master disini, jadi rasanya semua hal serba ngebut hehe…

  6. malam mbak :) saya mau tanya. untuk surat pernyataan dan surat rekomendasi itu maksudnya kita harus ketik ulang sesuai format itu, atau kita pakai yang ada di buku panduan lalu kita isi dengan tulisan tangan kemudian di scan? saya bingung mbak, hehe. terus untuk yang surat rekomendasi itu kan ada quesionernya, apa kita bikin sendiri juga mbak? makasih ya mbak, maaf merepotkan :)

    1. Halo, Kanya. Saya coba jelasin satu-satu berdasarkan pengalaman saya kemarin yak.

      Untuk surat pernyataan, pakai template yang dikasih sama LPDP. Sepertinya bisa tinggal diunduh di website. Tinggal diisi formulirnya, tempel materai, lalu tanda tangan.

      Untuk surat rekomendasi, yang disediakan oleh LPDP merupakan format yang disarankan untuk digunakan. Kalau saya waktu itu, saya print surat rekomendasi pakai format LPDP, terus saya minta dosen saya untuk tulis tangan. Setelah itu saya scan dan saya submit.

      Tapi boleh juga ko kalau mau pake surat rekomendasi dengan format yang beda, asalkan isinya mencakup apa yang diminta oleh LPDP. Kalau dirasa masih kurang jelas, kabarin aja, Insya Allah saya bantuin. Cheers!

      1. thanks mbak sheisa, insya Allah ngikutin caranya mbak aja, biar ketularan dapet beasiswanya :) sukses ya mbak di glasgow :) *pardon if theres any misspelling :)*

  7. Maaf mba mau nanya, Alhamdulillah sy udh lulus tahap seleksi administrasi lpdp afirmasi dn jg sy sdh mngikuti tes di perguruan tnggi tjuan sy dlm negeri. Klw sy dinyatakan lulus diPT trsbut dn insya Allah klw lulus jg lpdp. Gmna ya mba, apa sy nnti akan cuti smester 1 utk mngikuti Persiapan kberngktan. Krn mmang thun ajaran pnrima beasswa dimlai thn 2018. Trima ksih sblumnya mba. Smoga bsa mngikuti jejak mba lulus lpdp thun ini..

  8. Halo Mbk Seisha. Terima kasih sudah posting pengalamannya. Informatif dan bermanfaat sekali. Saya pengen tanya Mbk, untuk apply lpdp yg tujuan luar negri ini apakah surat rekomendasinya perlu dibuat dalam bhs inggris juga seperti halnya essay dan rencana studi?

    1. Halo, Eva. Apa kabar? Haha emang nama saya susah nih, tadi sore ke Starbucks nama saya jadi Shisha :’D

      Well anyway, surat rekomendasi dari dosen/pimpinan kantor tetep pakai bahasa Indonesia sesuai dengan yang direkomendasikan oleh LPDP. Boleh juga ko kalau mau pakai format yang beda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s