Bali is always a good idea.

Beberapa hari yang lalu, saya cuma bisa terkapar di rumah karena sakit. Belakangan ini cuaca di Bandung lagi kurang oke nih jadi penyakit flu, batuk, dan demam gampang banget menyerang siapapun yang lagi kurang fit, termasuk saya. Setelah dirawat dokter, sekarang yang saya butuhkan adalah istirahat total untuk penyembuhan. Sampai akhirnya kepikiran, kalau udah bener-bener sehat saya kepengen banget traveling lagi. Setelah hiking ke Ranu Kumbolo dan kulineran di Yogyakarta, I guess It’s time to reminiscing my last visit to Bali because Bali is always a good idea!

Buat saya, Bali adalah tempat yang spesial. Keindahan pantainya ngga diragukan lagi. Semakin hari, semakin banyak pula tempat wisata baru di Bali. Saya punya banyak teman asli orang Bali. Ditambah lagi, Bali adalah satu-satunya tempat dimana saya bisa melupakan segala jenis pekerjaan yang menyita waktu hampir setiap hari. Walaupun cuma duduk-duduk di pinggir pantai atau jalan-jalan di pasar seni, itu udah lebih dari cukup buat melepas stress.

Pernah suatu hari saya jalan-jalan seharian di Pasar Ubud. Senangnya, bukan main! Walaupun barang-barang yang dijual hampir sama dengan pasar-pasar seni lainnya, tapi pasar ini unik karena pernah dijadikan lokasi syuting film Hollywood ‘Eat, Pray, Love’. Iya, Julia Roberts pernah datang ke Pasar Ubud. Keren, ya! Di pasar ini saya bisa menemukan banyak tas anyaman yang unik, baju-baju tradisional Bali, sampai beragam patung-patung dan lukisan khas.

Karena waktu itu saya datang pagi-pagi, jadi suasana di pasar belum terlalu ramai. Saya punya banyak waktu buat mencoba jajanan pasar yang dijual di pasar ini. Tips buat yang ingin menghabiskan waktu di Pasar Ubud, datanglah sepagi mungkin karena siang hari biasanya pasar akan dipadati oleh turis yang datang berkelompok. Pasar ini termasuk lengkap dan sangat luas, sempatkan untuk masuk ke area dalam pasar dan jangan lupa untuk menawar harga barang sebelum membelinya.

sailing-kite-1560477
A kite

Memilih tempat menginap biasanya jadi suatu hal yang gampang-gampang-susah nih kalau lagi traveling. Rasa-rasanya semua hotel di Bali terlalu bagus sampai saya bingung mau menginap dimana. Waktu itu saya dapet referensi dari seorang teman yang baru pulang dari Ubud. Dia bilang, Kamandalu Ubud recommended banget. Apalagi di Traveloka ratingnya 9.2/10 alias Sangat Baik. Lengkap dengan fasilitas hotel berbintang dan pemandangan pesawahan khas Ubud. Selain itu, jarak dari Kamandalu Ubud ke beberapa tempat menarik di sekitarnya juga dekat sekali. Bahkan ke Puri Agung Ubud dan ke Pasar Ubud aja jaraknya kurang dari 2 kilometer aja. Terbaik, kan? Selengkapnya tentang Kamandalu Ubud bisa kamu lihat disini.

Buat saya, melihat pemandangan berupa hamparan sawah hijau sebetulnya ngga teralu aneh. Tapi tetep aja disaat saya bisa menemukan pemandangan semacam itu di Bali, rasanya excited! Walaupun dari kamar hotel Kamandalu Ubud juga ada pemandangan sawah, tapi saya tetap menyempatkan diri mampir ke sawah terasering Tegalalang yang lokasinya ada di paling utara Ubud.  Lokasinya ini jadi tujuan favotir wisatawan karena dekat dengan tempat wisata lainnya seperti Goa Gajah, Tampak Siring, dan Kintamani. Dari pinggir jalan desa Tegalalang Ubud, saya bisa melihat jejeran restoran yang menawarkan pemandangan sawah hijau terasering. Nikmatnya bisa duduk santai di restoran sambil menikmati suasana Ubud yang menyenangkan…

Puas bermain-main di pesawahan, saya pun menyempatkan diri untuk datang ke salah satu museum terbaik di Ubud: Museum Antonio Blanco. Ini adalah sebuah museum kepunyaan pelukis kelas dunia asal Italia, Antonio Blanco. Setelah wafat di tahun 1999, museum ini kemudian dikeloka oleh sang anak yang bernama Mario Blanco. Museum ini lokasinya di sungai Campuhan Ubud. Wah, setiap hari tempat ini ngga pernah sepi dari pengunjung. Ada lebih dari 100 orang pengunjung yang memadati museum Antonio Blanco, baik wisatawan lokal maupun internasional. Banyak orang begitu mengagumi lukisan-lukisan karya Antonio Blanco, sehingga tak jarang dari mereka yang datang sampai lebih dari 2 kali.

30000001000377801
Kamandalu Ubud: A room with a view

Sebelum kembali pulang ke Bandung, saya menutup perjalanan saya di Ubud dengan berkunjung ke Tampak Siring. Di lokasi ini terdapat sebuah pura yang dikenal dengan nama Pura Tirta Empul. Pura ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan setiap harinya dan jadi salah satu objek wisata yang wajib dikunjungi. Di dalam Pura Tirta Empul ini terdapat sebuah sumber mata air suci yang dipakai oleh masyarakat untuk pemandian. Konon katanya, mata air sakral ini sering dipakai untuk penyucian dan pengobatan sejak ribuan tahun yang lalu.

Begitu istimewanya Bali sampai rasa-rasanya saya ngga pernah kehabisan cerita jalan-jalan disana. Rasanya bukan cuma saya yang ngga pernah merasa bosan untuk liburan ke Bali. I don’t mind coming back and I always will be. ***

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s